” Untuk apa anggaran Pengadaan Obat PKD (Pos Kesehatan Desa) sebesar Rp2.609.383.380, ujar M Syafii mempertanyakan. Anggaran Double Cabin pada Ambulance Puskesmas pada kegiatan pengembangan Puskesmas sejumlah Rp2.009.700.000. Anggaran pengadaan Suplemen dalam upaya penurunan Stunting Rp400.195.385 dan Anggaran Bahan Medis Habis Pakai Pos Kesehatan Desa (BMHP PKD) Rp1.881.505.384. pada Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan.
“Kami menilai anggaran sebanyak itu tidak tepat pada sasarannya bahkan kami menduga ada niat terselubung Dr Hari Sapna untuk menelan APBD pada tahun 2024 ini,” kata M. Syafi’i dalam nada setengah berteriak.
Setelah sekitar 1 jam berorasi, Kadis Kesehatan yang diwakili Kasi mencoba untuk memberikan klarifikasi namun pendemo menolaknya. Sementara itu saat dikantor DPRD Asahan pengunjuk rasa juga tidak mendapatkan tanggapan, sehingga massa memaksa masuk dan menduduki ruang komisi B DPRD Kabupaten Asahan.
Benigno Akuindo

