Halosumsel.com-
Demi untuk mendukung program pemerintah pusat dalam mensukseskan program swasembada pangan nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin melalui Dinas Pertanian dan Perternakan (Distanak) Banyuasin akan menghidupkan kembali salah satu program-nya, yaitu dengan mengaktifkan regu pembasmi hama untuk membantu para petani di kabupaten Banyuasin, dalam menghadapi hama yang menyerang lahan atau sawah petani.
Sehingga, hasil panen yang ditargetkan oleh Pemerintah Banyuasin, yaitu padi sebanyak 1,4 juta ton gabah kering giling, jagung 119.638 ton PK, dan kedelai 8.194 Ton BK dapat terwujud. Demikian yang disampaikan oleh Kepala Distanak Kabupaten Banyuasin, Syaiful Bakhri kepada wartawan media ini (14/1).
”Nanti regu pembasmi hama ini, akan mengatasi masalah hama yang menyerang atau baru akan menyerang lahan dan sawah para petani,” ungkap Syaiful.
Dia menyebutkan, anggota yang tergabung dalam regu pembasmi hama ini, terdiri dari Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K), UPTD Distanak Banyuasin serta beberapa instansi terkait lainnya.
”Mereka inilah yang menjadi regu intinya, nanti mereka akan saling berkoordinasi satu sama lain,” katanya.
Nantinya kata Syaiful, jika ada laporan yang masuk terkait adanya hama yang menyerang lahan atau sawah milik para petani, maka regu pembasmi hama tersebut akan menindaklanjuti laporan tersebut, dengan cara terjun langsung kelapangan.
“Kalau ada laporan, maka mereka (regu pembasmi hama) akan turun kelapangan untuk mengatasinya, dengan memberikan berbagai macam obat-obatan, salah satunya pestisida,” ujarnya.
Sedangkan, terkait stok obat-obatan yang digunakan untuk membasmi hama tersebut, tambah Syaiful, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait di Provinsi Sumsel, seperti Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura.
“Kalau persediaan obat pestisida untuk pencegah hama di Banyuasin telah habis, maka kita akan memintanya kepada pihak Provinsi, ” katanya.
Dia juga menyebutkan, kalau pada umumnya hama yang menyerang sawah atau lahan milik para petani adalah hama tikus, jangkrik, keong, hama wereng, ulat dan beberapa jenis hama lainnya.
”Itu mayoritas hama yang biasanya menyerang lahan milik para petani. Untuk itu, kita menghimbau kepada para petani dan masyarakat, agar dapat melaporkan kalau ada serangan hama di lahan mereka,” pintanya.
Nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Provinsi dalam hal ini Dinas Pertanian, Tanama Pangan, Hortikultura Sumsel, kalau obat pestisida untuk obat pencegah hama di Banyuasin telah habis.”Kita akan minta sama pihak provinsi,”terangnya. (waluyo)

