Halosumsel.com –
Salah satu syarat utama untuk mengajukan seseorang menjadi pahlawan adalah seseorang yang berjuang demi mempertahankan kemerdekaan atau merebut kemerdekaan dan bisa juga karena subangsinya yang besar untuk negara yang dibelanya. Ada beberapa syarat lain seperti pernah memimpin suatu oganisasi besar atau organisasi yang memiliki pengaruh terhadap perjuangan bangsa.
Lafran Pane sebagai pahlawan nasional karena memenuhi syarat-syarat yang ditentukan untuk menjadi seorang pahlawan nasional, tinggal lagi kepada Kementrian Sosial mendukung atau tidak.” Ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Sumsel H. Mukti Sulaiman saat sambutan dalam pembukaan Seminar Nasional Lafran Pane untuk Pahlawan Nasional di Aula Graha Bina Praja (Auditorium) Prov. Sumsel. Rabu (20/1)
Sekda Mukti Sulaiman menambahkan, Lafran Fane sudah memenuhi syarat sebagai pahlawan nasional karena gesit dan benar-benar berjuang untuk bangsa. Ujarnya
“dengan begitu diharapakan peranan lebih dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terhadap bangsa terutama Sumsel, karena menurutnya dampaknya mulai dirasakan dan mendukung dan mengambil manfaat terlaksananya Asian Games ke 18 tahun 2016.” Ungkap Mukti Sulaiman.
Lanjut Mukti Sulaiman mengatakan, HMI sebenarnya ass
et bangsa karena punya kontribusi dalam membangun bangsa terutama manfaatnya untuk membangun sumsel, “diharapkan HMI mengambil manfaat dan mendukung Asian Games 2018.” tandasnya.
Pada acara seminar ini dihadiri oleh Ketua Majelis Nasional Keluarga Besar Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MH KAHMI Nasional Andi Faisal, ketua MH KAHMI Sumsel Amiruddin Inoed, serta beberapa tokoh penting sebagai anggota HMI, dan menghadirkan Akbar Tanjung Sebagai pembicara dan sekaligus sebagai Dewan Penasehat KAHMI sebagai ketua pengajuan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional.
Sementara, Pembicara dan sekaligus sebagai Dewan Penasehat KAHMI, Akbar Tanjung dalam sambutanya mengatakan, seminar ini diadakan untuk mengenalkan Lafran Pane lebih dekat dan hal-hal apa saja yang telah Ia lakukan sehingga layak untuk mendapat gelar pahlawan nasional.
“Beliau Nasionalis Muslim, beliau di Jakarta juga aktif dalam gerakan pemuda sebagai perintis kemerdekaan, kelompoknya yaitu Menteng Raya 31 adalah kelompok yang konsisten mendukung kemerdekaan, kelompoknya juga lah bagian dari kelompok pemuda yang menculik Bung Karno ke Rengas Dengklok untuk mendesak memprolkamasikan kemerdekaan Indonesia, dan menolak mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hadiah dari Jepang.” Terang Akbar Tanjung.
Lanjut Akbar Tanjung menambahkan, Lafran Pane adalah pendiri pertama HMI pada tanggal 5 Februari 1947 pada saat usianya 25 tahun. Lafran Fane melakukan rekrutmen dengan cara pendekatan kepada mahasiswa muslim yang pada saat seusai sholat jum’at. pada saat selesai sholat jum”at sudah terkumpul 30 orang mahasiswa yang memiliki pemikiran yang sama dengan beliau, lalu terbentukla HMI.” Tandas Akbar Tanjung. (Rel)

