Halosumsel.com – Awal tahun bisnis airlines dan jasa tour & travel memasuki masa low session atau belum bergeliat, dimana tingkat seat loadfactor hanya berada sekitar di level 60 persen sampai 70 persen, sedangkan untuk jasa tour & travel turun sekitar 30 persen.

Marketing Manager PT Garuda Indonesia Branch Palembang, Yudi M. Fulkan mengatakan, di awal tahun baik dari segi pembisnis atau pengusaha dana masih banyak di manfaatkan untuk modal usaha, begitupun dengan pemerintahan yang belum banyak melakukan perjalanan dinas, karena dana belum cair.

“Awal tahun memang tren di bisnis airlines seperti ini,” ungkap, Yudi saat di temui beberapa waktu lalu. Yudi melanjutkan, jika dari segi seat loadfactor pada penerbangan regular mengalami masa low session di awal tahun, maka berbeda halnya dengan penerbangan untuk umroh. “Biasanya untuk saat seperti ini permintaan untuk umroh yang justru tinggi,” tukasnya.

Branch Manager Dwidaya Tour Cabang Palembang di Palembang icon Mal, Jeffry menambahkan, triwulan pertama permintaan cenderung menurun. Jeffry menuturkan, permintaan di awal tahun secara keseluruhan juga mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama. “Penurunan penjualan mencapai 30 persen dibandingkan Januari tahun lalu,” katanya.

Penurunan ini dipacu oleh tingginya nilai Dollar terhadap Rupiah dan rendahnya daya saing produk domestik dibandingkan produk luar. Dengan penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar, maka masyarakat Palembang lebih memilih paket-paket domestik. Hal ini terlihat dari data penjulan menjelang liburan beberapa waktu lalu. “wisata domestik paling banyak diminati, seperti Surabaya, Bali, dan Yogyakarta,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut jefri di awal tahun beberapa maskapai juga memberikan promo harga, begitupun dengan pihaknya. “Hal ini di lakukan untuk mendorong peningkatan permintaan dan penjualan,” tandasnya. (ofie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *