Pagar Alam, Halosumsel -Pilkada Kota Pagar Alam tahun 2024 bakal diikuti oleh 3 pasangan calon Wali Kota. Berikut perbandingan harta kekayaan 3 calon Walikota dan Wakil Walikota yang maju di Pilkada 2024.
Ketiga pasangan calon itu adalah Hepy Safriani dengan wakilnya Efsi. Keduanya diusung oleh partai Gerindra, PAN, Golkar, Demokrat, PKS, PSI, Gelora, PBB, Garuda, Buruh dan PKN.
Sementara Alpian Maskoni berpasangan dengan Alfikriansyah. Keduanya diusung oleh partai PDIP, dan Partai Hanura.
Sedangkan yang ketiga adalah Ludi Oliansyah berpasangan dengan Bertha Edhar. Keduanya diusung okeh partai Nasdem, PKB dan PPP.
Perbandingan Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari laporan ketiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pagar Alam, ini jumlah total harta kekayaan yang dilaporkan ke KPK.
-Hepy Safriani memiliki harta kekayaan sebesar Rp.13, 874 juta.
-Efsi memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 3, 238 Juta.
-Alpian Maskoni memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 170 Juta.
-Alfikriansyah memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 667 Juta.
-Ludi Oliansyah memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 33, 922 Juta.
– Bertha memiliki harta kekayaan sebesar Rp. 4, 882 Juta.
Dari ketiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pagar Alam 2024 ini yang paling sedikit laporan harta kekayaan ke KPK yaitu Alpian Maskoni, ia merupakan calon incumbent, pernah menjabat sebagai Walikota Pagar Alam selama lima tahun yaitu dari tahun 2018-2023. Sedangkan harga kekayaan yang ia laporkan hanya Rp. 170,000,000,. (Seratus Tujuh Puluh Juta Rupiah).
Dikutip dari tempo. Co Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau setiap bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Cakada) untuk mulai menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Pelaporan ini sebagai salah satu syarat pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengatakan LHKPN bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebagai instrumen transparansi dan akuntabilitas atas harta kekayaan yang dimiliki seorang penyelenggara negara. “Sehingga menjadi tahapan syarat yang penting dalam pemilihan kepala daerah,” kata dia dalam keterangan resmi, Jumat, 2 Agustus 2024.
Dia menyebut untuk membantu bakal cakada dalam pelaporan LHKPN, KPK telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Penyampaian dan Pemberian Tanda Terima LHKPN dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.
Menurut dia, SE Nomor 13 Tahun 2024 dirancang untuk memudahkan proses pelaporan LHKPN dan memastikan setiap bakal calon kepala daerah dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan dengan jelas dan transparan. Dalam surat edaran ini, KPK menetapkan aturan tata cara penyampaian LHKPN bagi bakal cakada, sebagai berikut:
1. Bagi bakal calon yang belum memiliki akun pelaporan LHKPN harus mendaftar ke KPK untuk mendapatkan username dan password sesuai dengan prosedur yang dijelaskan secara rinci dalam surat edaran. Setelah memperoleh akun, mereka harus melakukan pelaporan LHKPN dengan menggunakan Jenis Laporan Khusus;
2. Bagi bakal calon yang telah memiliki akun tapi saat ini tidak terdaftar sebagai Wajib Lapor LHKPN pada suatu instansi wajib menghubungi Direktorat PP LHKPN KPK untuk mengaktifkan kembali akun tersebut dan kemudian melakukan pelaporan LHKPN;
3. Bagi bakal calon yang telah memiliki akun dan saat ini masih terdaftar sebagai Wajib LHKPN pada suatu instansi dapat menyampaikan LHKPN sesuai dengan jabatan yang saat ini. Apabila sudah melakukan submit pelaporan LHKPN di 2024, baik pelaporan periodik 2023 maupun laporan khusus 2024, maka tanda terima dari pelaporan tersebut bisa digunakan sebagai bukti pemenuhan kewajiban LHKPN.
Pahala berujar KPK akan melakukan verifikasi administratif atas kesesuaian pengisian LHKPN dengan petunjuk pengisian dan kelengkapan dokumen berupa surat kuasa terhadap semua LHKPN yang diterima dari bakal calon.
Kemudian, KPK akan memberikan tanda terima apabila LHKPN yang disampaikan telah memenuhi persyaratan berdasarkan hasil verifikasi administratif. Apabila dari verifikasi masih terdapat kekurangan isian atau dokumen kelengkapan, maka KPK akan menyampaikan pemberitahuan kepada bakal cakada mengenai isian LHKPN dan/atau dokumen kelengkapan yang masih harus diperbaiki.
Bakal cakada wajib menyampaikan perbaikan atas kelengkapan LHKPN paling lambat 30 hari kalender sejak diterimanya pemberitahuan dengan tetap mempertimbangkan batas waktu dari KPU (waktu pendaftaran ke KPU 27-29 Agustus 2024). Dalam hal bakal calon tidak melakukan perbaikan yang dimaksud, maka KPK tidak akan memberikan tanda terima sesuai dengan ketentuan yang berlaku di KPK.
Ojie

