Palembang, Halosumsel – Di tengah semakin panasnya persaingan Pilkada Sumatera Selatan, calon gubernur Eddy Santana Putra (ESP) dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa jika pemilihan digelar hari ini, ia akan mendapatkan 45 persen suara. Klaim ini disampaikannya saat berbincang di Kopi Darat Café, Sekip Tengah, Kota Palembang, pada Jumat malam ini (4/10/2024). “Kalau Pilkada diadakan hari ini, kita akan meraih 45 persen suara. Sisanya tinggal dibagi dua untuk kandidat lain,” ungkap Eddy dengan penuh percaya diri.
Pernyataan tersebut jelas menandakan keyakinannya akan kekuatan dukungan yang ia miliki. Ketika ditanya mengenai klaim kandidat lain yang mengatakan bisa meraih hingga 71 persen suara, Eddy meresponsnya dengan candaan, menyebut angka itu sebagai indikasi ketidakpuasan publik. “Jadi 30 persennya saja sisa. Itu pun masih harus dibagi dua. Kita harus realistis dan menggunakan matematika serta statistik,” kelakarnya.
Lebih lanjut, Eddy Santana Putra menyatakan bahwa pencalonannya dalam Pilgub Sumsel kali ini seolah seperti anugerah yang ‘turun dari langit.’ Pasalnya, ia hanya diusung oleh satu partai, yaitu PDI Perjuangan. Meskipun demikian, ia tetap optimis dan menyebut bahwa hal tersebut tak mengurangi keseriusannya untuk membawa perubahan bagi Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, Eddy menegaskan bahwa ia belum membuat janji-janji kampanye yang tidak realistis. “Visi misi semua calon bagus, janji juga bagus. Tapi, pertanyaannya adalah, bisakah mereka menepatinya? Jangan buat janji yang tidak masuk akal. Kami fokus pada prioritas yang cerdas, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan (CERAH),” ujar mantan Wali Kota Palembang ini.
Mengusung tagline Era Baru, Eddy berkomitmen untuk membawa perubahan signifikan dalam bidang pendidikan dan kesehatan di Sumatera Selatan. Menurutnya, salah satu hal yang perlu dibenahi adalah sistem pendidikan yang ia sebut semakin memberatkan masyarakat. “Dulu aku membangun Palembang dengan baik. Sekarang, pendidikan diperjualbelikan, ini tidak benar. Hal ini jelas memberatkan rakyat, dan saya berjuang dalam hal ini sebagai bentuk jihad,” tegas Eddy.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa jika dalam 100 hari pertama masa jabatannya nanti ia gagal memberantas pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah, ia siap mundur dari jabatannya. “Sekolah harus gratis, berobat juga harus gratis. Itu komitmen kami. Selain itu, untuk generasi Zilenial, kami akan menyiapkan gedung pelatihan gratis yang berfokus pada teknologi siber,” janjinya.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Pemenangan Era Baru, Gantada, menegaskan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika dilakukan dengan tekad dan kerja keras. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa semua yang dijanjikan oleh Eddy Santana Putra dapat terwujud. “Kalau mau, tidak ada yang tidak mungkin. Hanya butuh penekanan dan tindakan yang tepat,” ucap Gantada.
Menurutnya, sebagai tokoh yang pernah memimpin Kota Palembang, Eddy Santana Putra memiliki rekam jejak yang tak diragukan dalam hal pembangunan. Ia dikenal sebagai sosok yang berhasil membawa perubahan signifikan selama masa jabatannya sebagai Wali Kota Palembang. Kini, dengan membawa visi baru, ia berjanji akan mengembalikan kejayaan Sumatera Selatan, terutama dalam hal pendidikan dan kesehatan yang merata untuk semua lapisan masyarakat. **

