MUARA ENIM, Halosumsel.com (17/12) . Terkait viralnye pemberitaan di beberapa Media Online dan Group media sosial masalah Keberangkatan kepala desa sekabupaten Muara Enim dengan agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) dan studi tiru ke Pulau Bali yang di komandoi oleh Dinas PMD Kabupaten Muara Enim beberapa hari lalu yang menuai banyak kritikan. .

Sementara itu hasil pantauan dan temuan data yang dihimpun di beberapa Desa di Muara Enim , Kegiatan tersebut merupakan agenda Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa DPMD dan kepala Desa . Biaya yang di keluarkan untuk satu desa yang wajib di setor sebesar Rp 5.500.000 di luar tiket pesawat pergi pulang. dana tersebut hanya di peruntukan pada penginapan , dan akomodasi kegiatan di sana seperti biaya perjalanan ke tempat daerah yang di kunjungi pada saat study Tiru . Sedangkan Ongkos Pesawat di luar itu ucap salah satu kepala desa yang tidak ikut Berangkat mengikuti kegiatan Bintek dan Study tiru .

saya mewakilkan kegiatan tersebut kepada Ketua Karang Taruna saja , “mubazir kalau tidak di berangkatkan ” karena sudah menyumbang dana kegiatan tersebut ujar Kepala desa di wilayah kecamatan Muara Enim yang minta namanya untuk tidak di sebutkan .

 

Tokoh masyarakat Muara Enim , H Taufik Rahman SH MH dan juga sebagai ketua ICMI kabupaten Muara Enim , saat di mintai tanggapan terkait persoalan tersebut juga mengatakan , Pemerintah dalam hal ini harus bijaksana dan dapat memilah kegiatan kegitan tersebut, saya setuju kalau adanya study tiru yang dilaksanakan guna menambah wawasan dan mengambil contoh keberhasilan daerah yang di kunjungi dan dapat di terapkan di desa masing masing . Namun kalau Bimbingan teknis mungkin kurang efisen kalau di laksanakan di daerah yang sangat jauh mengingat Biaya yang sangat besar , kenapa tidak kegiatan Bintek di adakan di dalam kabupaten kota saja dengan mengundang narasumber yang berkompeten di bidang nya tidak harus ke luar daerah .

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dengan tidak harus mengeluarkan biaya besar , sehingga tidak menuai keitikan dan pandangan Negatif di tengah tengah masyarakat ujar Mantan Sekretaris Daerah Muara Enim yang masih aktif memantau kemajuan daerah Muara Enim yang di kenal dengan Bumi Serasan Sekundang .

 

Sementara Ketua DPRD Muara Enim Deddy Arianto saat di mintai tanggapan melalui Whatshap juga mengatakan , Kami dari Forum Komunikasi Pemerintahan Daerah (Forkopinda) Muara Enim akan tetap memantau apapun kegiatanya ,Untuk masalah bimtek yang diselenggarakan di Pulau Bali , apabila tidak tepat sasaran, kami akan menanyakan hasil dari bimtek tersebut kami akan panggil pihak Eksekutif agar supaya kegiatan yang telah dilaksanakan benar benar bermanfaat dan dapat di realisasikan ke daerah masing masing . Jangan sampai apa yang telah dilaksanakan terkesan hanya menghabiskan uang negara saja tanpa ada yang hasil yang dapat di nikmati oleh masyarakat Kabupaten Muara Enim karena uang yang di gunakan adalah Uang Negara .

Deddy arianto juga menegaskan , berdasarkan arahan pak presiden tempo lalu, bahwa kepala daerah beserta jajaran dibawahnya termasuk kepala desa harus mengurangi dinas-dinas luar dan mengedepankan program-program yang lebih bermanfaat kemasyarakat.

Tahun depan dana desa diutamakan untuk kesejahteraan dan pembangunan didesa serta menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat

Positifnya memang kegiatan Study tiru diluar daerah , salah satu maksudnya dan tujuanya adalah untuk mencontoh desa-desa yang sukses disana, agar dapat diterapkan dan bisa dilakukan bagi desa yang belum sukses.

Tahun depan akan kami sarankan APBdes jangan terlalu sering bimtek yang kurang bermanfaat kata Deddy Arianto .

Di sisi lain Kepala Dinas PMD Muara Enim H Rachmad Noviar saat di temui di ruang kerjanya menjelaskan , Kegiatan yang dilalsanakan tersebut merupakan perintah Undang undang dan ada aturanya . Kami sebetulnya tidak ingin Repot , kalu memang mau di hapus yah silahkan saja tapi ada aturan yang harus kami jalan kan . Seperti , kami harus memberikan pengetahuan kepada kepala seluruh Kepala desa , agar supaya dapat memajukan desa yang mereka pimpin . Berhasil atau tidak itu kembali ke Personal Kepala desa nya bagaimana mereka menerima ilmu pengetahuan dan dapat kah mereka menerapkan ilmu yang telah mereka dapatkan .

Sudah banyak prestasi yang di dapat oleh desa di kabupaten Muara Enim ini dampak dari Study Banding dan Bimtek , Contohnya kabupaten Muara Enim ini Juara ke Dua Nasional Bidang SIMPAPDES , Adanya Desa Mandiri , keberhasilan dalam Pengelolaan BUMdes , serta pengahrgaan lainya , turur Nya .

Untuk kegiatan Di Bali Biaya nya di bebankan Kepada Anggran Dana Desa bukan anggaran Dana Desa dari Pusat .

Kegiatan itu juga ada pihak ketiga yang mengelolanya karena sudah ada pihak yang sudah terkonek ke daerah tujuan kegiatan sejak jaman Pj Bupati terdahulu . jadi kami kami selaku Dinas yang membidangi ini tentu melalui Persetujuan Bupati Muara Enim bukan semaunya kami saja tegas Noviar .

 

Apabila kami tidak melaksanakan pembekalan maka kami akan di tanya oleh Kementerian kenapa tidak dilaksanakan , karena ini penting untuk menambah wawasan dan ilmu Kepala Desa dan peningkatan Kinerja , saat ini tidak ada satu desa pun yang buta Ilmu Telekomunikasi , semuanya sudah melek teknologi dan wajib bisa menguasai ilmu teknologi , kalau mereka belum bisa maka mereka kita Bimtekan untuk meningkatkan Sumberdaya Manusia nya agar tidak tertinggal masalah ilmu teknologi yang sudah serba digitalisasi. (Ril jazz)