Halosumsel.com-
Hujan yang terus mengguyur diwilayah Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin Sumsel dalam dua bulan terakhir membuat belasan desa dalam wikayah tersebut terancam terisolir, lantaran jalan utama yang masih merupakan tanah timbunan yang menghubungkan pusat pemerintahan dalam kecamatan itu saat dilintasi kendaraan berubah menjadi kubangan berlumpur.
Tak urung kendaraan rombongan pejabat yang mengiringi Babak Bupati Banyuasin saat melakukan pelantikan para kepala desa beberapa waktu yang lalu pun tak luput menjadi sasaran dalam kubangan berlumpur tersebut.
Sedangan ruas jalan yang menuju kemasing-masing desa dalam kecamatan tersebut pun harus ekstra karena licin juga membuat roda kendaraan tidak bergerak.
Untuk kendaraan jenis doble kabin saja jika tidak dibantu dengan didorong menggunakan alat berat pun tidak mampu mengejar waktu yang diharapkan.
Maka wajar jika saat ini diaekuruh desa dalam kecamatan tersebut terancam terisolir, Wanto (28) warga setempat yang sempat mengabadikan kendaraan rombongan pejabat yang terjebab dalam kubangan lumpur.
Padahal kata Wanto, sebelum kedatangan rombongan Bupati dan pejabat Banyuasin yang melintas ruas jalan utama itu, oleh Camat Tungkal Ilir sudah dilakukan penyekrapan dengan membuang lumpur dan disiram dengan batu koral dan batu krokos.
Namun hujan terus turun, sehingga badan jalan itu tak mampu menahan beban kendaraan, ditambah pada ruas jalan itu dilintasi kendaraan jenis Truk yang sarat dengan bermuatan buah kelapa sawit.
Akibatnya ruas jalan itu menjadi lembut yang membuat pemandangan buruk karena puluhan kendaraan pejabat Banyuasin mengantri dalam kubangan lunpur.
Dikatakan Wanto, walaupun sesungguhnya kesal karena perjalananya terhambat, tetapi ada rasa senangnya, sebab terjebab lumpur tidak sendirian, bahkan para pejabat Banyuasin mengetahui dan melihat dwngan mata kepalanya sendiri kalau kondisi ruas jalan utama menuju kedesa-desa dalam kecamatan itu butuh ditingkatkan untuk cor beton bahkan harus diaspal, ungkapnya.
Kalau semua pihak mengatahui lanjut Wanto, termasuk orang nomor satu juga ada pimpinan DPRD Banyuasin beserta rombongan pejabat yang turut serta turun kelokasi tidak lagi bilang hanya katanya, maka hanya fakta yang harus mereka usahakan untuk dijawab kesengsaraan kehidupan masyarakat dalam Kecamatan Tungkal Ilir selama 14 tahun ini dikala datang musim penghujan, ujar warga sebagai pekerja srabutan ini kemarin.
Camat Tungkal Ilir A. Nasution saat diminta komentarnya melalui stapnya Subehan mengatakan, sebenarnya sebelum datang acara pelantikan kades yang lalu, ruas jalan utama yang dilintasi rombongan bapak Bupati itu sudah diupayakan penyekrafan, kemudian dilakukan penimbunan dengan batu koral dan krokos sampai habis 15 truk.
” Upaya Bapak Camat kita itu sudah lebih dari maksimal dinilai, tetapi alamnya memang tidak bersahabat, mau dibilang apalagi, yang pasti upayanya sudah dilakukan, namun buktinya kondisi ruas jalan utama masih saja semacam itu”, terang Subehan dengan nada sedih.
Subehan menambahkan, Kalau untuk pengendara roda dua masih bisa melintas tetapi harus rela tiba ditempat tujuan tidak tepat waktu.
Bagi masyarakat dalam kecamatan Tungkal Ilir jika ada aktipitas bersifat prinsip sudah membiasakan berangkat lebih awal waktunya.
Namun yang menjadi kendala diatas ruas jalan utama ini kalau pada malam hari juga rawan tindak kriminalitas, itulah selama ini Bapak Camat kita berupaya menjalin kerjasama dalam Tripika khususnya dari anggota dari Polsek Tungkal Ilir dan TNI dari Koramil Pangkalan Balai termasuk dari Ormas yang ada guna membentuk tim Kamtibmas dan ditempatkan disepanjang jalan utama tersebut yang bertujuan untuk mengantisipasi serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.
Masih kata Subehan, dari wilayah Tukil ini banyak pelajar yang sekolah diwilayah Sungai Lilin Muba dan mereka kebanyakan menggunakan sepeda motor balik hari.
Andaikata ruas jalan utama tidak mengalami kerusakan semacam itu tidak bermadalah, karena sampai malam berbagai jenis kendaraan yang melintas masih terkihat ramai, pungkasnya.(walbro)

