Muara Enim, Halosumsel – Senin 3 maret 2025 Warga desa tebat agung dan gerinam mengeluhkan atas pemgunan jembatan antar 2 desa yang tak kunjung usai.

Masyarakat desa sangat merasa dirugikan dan sangat menganggu , dimana akses jalan mereka untuk mencari rezeki berkebun harus mengunakan perahu dan itu pun harus Membayar sejumlah uang untuk bisa sampai ke kebun.

“Kami sangat kecewa dengan pembangunan jembatan ini yang mana semestinya dengan adanya pembangunan jembatan ini kami sebagai masyarakat sangat terbantu bukan sebaliknya seperti sekarang ini,” jelas warga.

Dengan adanya pembangunan ini warga yang mempunyai usaha sampingan juga merasa dirugikan,
Misal nya kolam pemancingan yang biasa nya sehari mendapat 300rb sekarang menurun drastis.

Sangat disayangkan, pembangunan yang seharusnya membantu dan mepermudah akses warga tapi ini malah sebaliknya,” .

Depan ependi selaku yang mempunyai usaha pemancangan mengatakan
“Inilah 7 hari kolam pemancingan tutup total dan saya sangat merasa di rugikan secara ekonomi kalau 7 hari kali 300 ribu selama 7 hari saya sudah di rugikan Rp 2.100.000 dan belum tau kapan bisa buka kembali Karena belum tau kapan banjir surut dan jembatan darurat bisa di lalui kembali,” ucap Depan Ependi.

Salah satu penjaga keamanan yang bertugas ketika di konfirmasi awak media mengatakan kalau dia hanya sebatas keamanan dan kalian tidak perlu tanya saya dan tau identitas saya.

“Aku cuma jaga keamanan dak perlu di tanyo kalau nak tanyo ke warung depan dan dak perlu tau siapo Namo aku,”Jelas awak media yang tak ingin disebut nama nya.

Sedangkan salah satu warga yang mengatakan kepada awak media kalau media harus meminta izin dulu ke Kades jika mau liputan.

“Laporan dulu ke Kades, nak media Mano Bae nak tv nak apo bae laporan dulu ke Kades,” Tegas warga

(Ari)