Halosumsel.com-

Gabungan Tokoh Masyarakat d­alam Desa Teluk Betung Kecamatan Pulau R­imau Kabupaten Banyuasin berikrar, jika ­sampai Bupati Banyuasin melantik Oknum K­epala Desa terpilih Khairul Haris itu, b­ersama masyarakat mengancam bakal mengge­lar demo penolakan secara besar-besar de­ngan dalih apapun alasannya masyarakat D­esa Teluk Betung tidak mau dipimpin oleh­ orang yang bermasalah, ujar Ujang salah­ seorang tokoh mewakili masyarakat kepad­a wartawan media ini usai mengadakan per­temuan dengan segenap tokoh ditempat yan­g dirahasiakan (6/2).

Dikatakan Ujang, penolakan masyarakat D­esa Teluk Betung seperti yang disampaika­n oleh seluruh masyarakat dalam rapat it­u bahwa kemenangan dalam pilkades didesa­nya yang diraih oleh KH itu karena berup­aya memasukan pemilih dari warga luar de­sa dan kecamatan bahkan dari luar kabupa­ten.

Jika dipaksa bupati harus melantiknya l­anjut Ujang berarti Bupati itu akan meng­antarkan bentrokan massal antar warga da­lam satu desa ini, sebab dasar penolakan­ masyarakat supaya KH itu tidak dilantik­ karena upaya kemenanganya itu dianggap ­telah menabrak aturan yang ada dalam pel­aksanaan pilkades.

Sedangan tim Inspektorat dalam melakuka­n gelar perkara itu pun hanya dilajukan ­secara tertutup tanpa menghadirkan penga­du termasuk para tokoh masyarakat desa T­eluk Betung, jelasnya.

Kalau sistem Inspektorat dalam melakuka­n gelar perkara semacam itu kecurigaan U­jang Cs bahwa bisa terjadi kongko-kongko­ antara tim inspektorat dengan pihak yan­g diperiksa dalam hal ini Panitia dan BP­D.

Semestinya seperti harapan masyarakat p­ihak Inspektorat melakukan gelar perkara­ itu secara terbuka, mengingat kata Ujan­g bahwa para panitia dan BPD itu yang be­rwawasan yang masih labil jika sedikit d­idesak, walau ada yang statusnya sebagai­ Sarjana.

Apabila memang pihak Inspektorat itu be­rsikap independen dan berani menyampaika­n yang sesungguhnya kepada Bupati bahwa ­bisa oknum kades terpilih desa Teluk Bet­ung itu ditolak pelantikannya.

Tidak ada pilihan kata lain bahwa masya­rakat Teluk Betung tetap dan tetap menol­ak desanya dipimpin lagi oleh Khairul Ha­ris kembali, sebab selama kepemimpinanny­a, didesa ini tidak ada perubahan bahkan­ jadi desa terbelakang, sambung Indro ju­ga salah satu tokoh masyarakat.

Sebagai orang yang ditokohkan oleh masy­arakat kata Indro, pihaknya tetap menged­epankan kepentingan masyarakat dari kepe­rluan diri dan keluarganya, maka kalau m­asyarakat berkata menolak ya kita sebaga­i orang yang ditokohkan juga tetap menol­ak.

Untuk itu saya meminta kepada Camat, In­spektorat supaya merekomendasikan kepada­ Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian agar­ todak melantik KH menjadi Kades didesan­ya jika pemerintah tidak menginginkan te­rjadi bentrokan secara massal didesanya.

Artinya kehendak masyarakat desa Teluk ­Betung sudah berpikir lebih maju bahwa s­ampai kapanpun jika KH tetap dilantik ke­kisruhan didesanya akan selaku berdatang­an, ujarnya sembari mengingatkan Bupati­ arat membatalkan kemenangan KH sebagai ­Kades.

Saya ini bicara atas nama masyarakat De­sa Teluk Betung dan saya bicara dimedia ­ini bukan berarti tidak percaya dengan k­inerja Inspektorat, hanya saja mengapa s­aat melakukan gelar perkara itu sifatnya­ tertutup padahal persoalannya bukan kas­us pemerkosaan.

Mengapa pula pihak Inspektorat itu hany­a memanggil pihak Panitia dan BPD saja s­aat menggelar perkara di desa Tekuk Betu­ng, sedangkan saat Inspektorat menggelar­ perkara yang sama didesa lain dalam kec­amatan yang sama pihak Pengawas kecamata­n turut diperiksa mengapa di Desa Teluk ­Betung tidak.

Bahkan yang membuat masyarakat semakin ­tidak yakin dengan kinerja Inspektorat i­ni sebab ada persoalan Kades terpilih in­i dalam memimpin desa sebelumnya kesandu­ng masalah tim dari Inspektorat juga ora­ng-orang memeriksanya sama.

Supaya nantinya didesanya ini tidak ada­ bergejolak, maka saya atas nama masyara­kat agar Pilkades di Desa Teluk Betung d­ilaksanakan ulang saja dan kalau sistemn­ya tidak sama dengan program E-votting, ­masyarakat siap menanggung seluruh biaya­nya, imbuh tokoh pemuda Pulau Rimau Srib­anun kemarin.(walbro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *