Halosumsel.com-
Serangan nyamuk Aedes Aegepty diwilayah Banyuasin saat ini mulai mengantui masyarakat, bahkan sudah ada satu korban meninggal dunia yang berdumisili di Desa Porwosari Kecamatan Sembawa setelah mendapat perawatan medis beberapa waktu di Rs. Bhayangkara Palembang.
” Saya kurang kenal persis nama anak yang menjadi korban DBD itu, tetapi saat mendapat perawatan medis di Rs waktu itu satu ruangan dengan putranya”, terang Sidiq saat berbincang dengan wartawan media ini (14/2).
Sidiq mengaku memang didesanya kini masyarakatnya sudah resah setelah ada yang menjadi korban meninggal dunia akibat diserang virus mematikan itu, banyak yang ketakutan dan sekarang saja masih banyak anak-anak yang dirawat di Rs ini.
” Kalau jumlah pasiennya kurang paham, tetapi kalau 10 anak lebih dan masih banyak yang dirawat inap di Rs ini dan sebagian juga sudah ada yang izinkan dokternya pulang”, imbuhnya.
Hal senada diungkapkan Yanto juga orang tua pasien DBD yang sedang dirawat, dia menuturkan bahwa semenjak musim hujan ini banyak warga sedesanya yang menjadi pasien rumah sakit akibat serangan nyamuk DBD.
Dikatakan Yanto bahwa ketiga anaknya sempat terkena itu dan dirawat dirumah ini semua, tetapi yang dua anaknya sudah dizinkan pulang oleh dokter dan sekarang masih satu lagi anaknya yang diofname, namun kondisinya sudah lumayan baik, mungkin jika dokter hari ini sudah dizinkan pulang juga
Masih kata Yanto, sesungguhnya sebelum ada yang menjadi pasien dilingkungannya sudah ada dilakukan fogging, tetapi nyatanya masih ada yang menjadi korban meninggal dunia akibat DBD.
Yanto menambahkan, semenjak kedua anaknya yangbsudah kembali itubdulu pernah disarankan oleh dokter agar kami sekeluarga diminta untuk sementara waktu mengungsi ditempat lain dulu dan jika sudah kondisi lingkungan kembali aman, boleh kembali tempat semula.
Lebih jauh dikatakan Yanto, pencegahan dan pembasmian virus mematikan yang disebabkan dari Nyamuk itu hanya sekaki dilakukan, semestinya dilakukan secara berkelanjutan, apalagi sudah ada bukti korban meninggal dunia akibat virus DBD itu.
Agar tidak ada jatuh korban dikenudian nanti atas nama masyarakat Porwosari kata Yanto, agar pemerintah melalui Dinas Kesehatan untuk segera turun kelokasi didesanya untuk melakukan aktipitas guna meminimalisir adanya pengembangan virus mematikan itu, tukasnya.(waluyo)
