Palembang, Halosumsel- Soraksorai gemuruh memenuhi Palembang Sport and Convention Center (PSCC), bukan sekadar untuk merayakan kemenangan, tetapi untuk mengukir sebuah perjalanan. Dengan diiringi tepuk tangan yang membahana, Kejuaraan Karate Piala Pangdam II/Sriwijaya Tahun 2025 resmi ditutup pada Minggu (12/10/2025), meninggalkan jejak semangat yang tak mudah pudar.
Lebih dari sekadar turnamen acara yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 TNI ini adalah sebuah festival olahraga yang sukses memadukan ketangguhan, disiplin dan persaudaraan. Sebanyak 1.986 ksatria muda dari 77 kontingen, yang tak hanya berasal dari Sumatera Selatan tetapi juga dari Bengkulu, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, hingga Sumatera Utara, telah menjadikan PSCC sebagai medan tempur untuk mengasah karakter dan kemampuan.
Di balik gemerlap piala dan kemeriahan penutupan, tersimpan cerita tentang perjuangan. Setiap kiai yang pecah setiap pukulan dan tendangan yang dilancarkan dengan presisi serta setiap sikap hormat yang diberikan sebelum dan sesudah pertandingan, adalah cerminan dari jiwa sportivitas yang dijunjung tinggi. Wajah-wajah bocah dengan gi putih yang masih belajar berani, hingga atlet remaja yang matanya penuh tekad, menjadi bukti bahwa ajang ini adalah wadah pembinaan yang tepat guna.
“Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet muda yang tangguh, berjiwa ksatria, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., M.M., yang mewakili Pangdam II/Sriwijaya dalam sambutannya. Pernyataan itu bukan sekadar retorika melainkan nyawa dari seluruh rangkaian acara.
Keikutsertaan Kodam II/Sriwijaya dalam even olahraga semacam ini memiliki makna yang lebih dalam. Ini adalah bagian dari komitmen nyata TNI dalam membina generasi muda. Brigjen Iwan menegaskan nilai-nilai Sapta Marga dan Pancasila yang diusung sejalan dengan semangat karate: disiplin, hormat, dan pantang menyerah.
“Kami berharap semangat kompetisi, persaudaraan, dan jiwa bela negara yang telah tumbuh selama turnamen dapat terus dijaga dan dikembangkan,” tambahnya. Pesan tersebut disampaikan di hadapan para pejabat Kodam, pengurus FORKI Sumsel, pelatih, dan perwakilan kontingen yang memadati ruang penutupan.
Puncak acara penutupan diwarnai dengan penyerahan piala dan penghargaan kepada para juara dari berbagai kategori. Setiap nama yang dipanggil adalah representasi dari dedikasi dan kerja keras yang tak kenal lelah. Namun, di mata setiap peserta, baik yang berhasil naik podium maupun yang belum, terpancar api yang sama: api untuk terus berlatih, tumbuh, dan berprestasi.
Acara kemudian ditutup dengan foto bersama yang mengabadikan sebuah momen bersejarah. Ribuan wajah—pejabat, panitia, pelatih, dan atlet—tersenyum bangga, menyiratkan kesuksesan tidak hanya pada tataran organisasi, tetapi lebih pada tataran semangat.
Dengan berakhirnya kejuaraan ini, sebuah babak baru telah dimulai. Harapannya, semangat yang telah berkobar di PSCC Palembang ini tidak padam. Ia akan terus membara, menjadi inspirasi bagi setiap ksatria muda karate untuk terus mengharumkan nama bangsa, dari tingkat regional hingga kelak, di panggung internasional. Prestasi dimulai dari sini, dari sebuah turnamen yang meriah dan penuh makna.
Sofuan


