Halosumsel.com-
Untuk melihat secara langsung Gerhana Matahari Total (GMT), ternyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) hanya menyediakan 5 unit Teleskop. Padahal, ada 11 lokasi yang akan digunakan untuk memantau pergerakan GMT tersebut di Palembang.
Diungkapkan Widodo, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, pihaknya sudah menyiapkan 4 unit Teleskop yang saat ini sudah ada di Graha Teknologi Jakabaring, sedangkan 1 unit lagi disiapkan dari LAPAN.
“Kita punya 4 unit Teleskop di Graha Teknologi dan mungkin hanya itu yang akan digunakan, tidak ada penambahan lagi. Sebenarnya jumlahnya tidak cukup, harapan kita malah LAPAN bisa membawa lebih. Jadi bisa digunakan juga untuk para murid agar bisa melihat langsung ilmu Geografi tentang Astronomi,” ujarnya Kamis (18/2)
Sebelas lokasi yang akan digunakan untuk memantau GMT adalah Jembatan Ampera, Plasa Benteng Kuto Besak (BKB), Venue Sky Air Jakabaring Sport City (JSC), Plaju, Lapangan Udaran (Lanud) Bandara Lama, Pulau Kemarau, Balkon Hotel Aryaduta Palembang, Upang Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Prabumulih dan Kabupaten Lubuk Linggau.
Kelima teleskop tersebut juga hanya akan disediakan diatas Jembatan Ampera Palembang. Terlebih, selama 12 jam penuh pada tanggal 9 Maret 2016, mulai pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB,Jembatan Ampera digunakan sebagai tempat memantau GMT sekaligus lokasi wisata GMT. Yang mana, akan banyak para turis yang dipusatkan diatas Jembatan Ampera untuk menikmati GMT.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) LAPAN, Jasyanto mengatakan bahwa LAPAN hanya membawa 1 unit teleskop ke Palembang. Karena tidak hanya di Palembang saja, fenomena GMT ini terjadi.
“Cuma bawa satu unit saja, karena kita juga berbagi ke daerah lain yang juga dilewati oleh GMT. Teleskop juga sudah ada disini, jadi kita hanya menambahkannya saja,”tandasnya (ryu)

