Palembang, Halosumsel– Terkait beredarnya berita di media online yang menyebutkan bahwa telah terjadi pembacokan terhadap AS (35) oleh DR yang terjadi di Terminal Lemabang Ratu Sianum, Kelurahan 3 llir, Kecamatan llir Timur II, Kota Palembang, pada Kamis 12 Maret 2026 yang lalu.

Menurut DR, dirinya lah yang lebih dahulu dikeroyok “kejadian tersebut berawal di tanggal 12 Maret 2026 sekitar pukul 08:00 WIb, saya saat itu bertugas selaku pengamanan di pasar lemabang karena akan ada acara belusukan atau kunjungan dari anggota DPRD Kota Palembang”, ujarnya.

DR mengatakan bahwa saat itu dirinya sedang bersiaga di lapangan untuk mengamankan acara tersebut tiba tiba datanglah dua orang yang tidak dikenal dari arah depan.

“Tiba tiba ada dua orang datang dari arah depan , setelah sekitar jarak antara dua sampai tiga meter tiba tiba kedua orang tersebut terlihat mengeluarkan senjata dan langsung membacok saya, saya hanya bisa menangkis dan mundur, ternyata dari arah belakang juga sudah ada orang yang menyerang saya”, terangnya.

“Setelah itu, apapun yang bisa saya ambil, saya ambil saja untuk melindungi duri, saya pun tidak tahu apakah yang saya ambil itu besi atau kayu yang penting saya bisa untuk membela diri saya”, lanjutnya.

Ketika ditanya tentang sempat beredarnya berita AS yang jadi korban pembacokan, itu hanyalah alibi mereka karena yang terjadi sebenarnya kita lah yang diserang terlebih dahulu.

“Itu hanya alibi dari mereka saja, apalagi mereka menyatakan hanya ingin melerai, masa mau melerai orang yang tidak dikenal apalagi yang berkelahi membawa senjata tajam, menurut saya itu sangat tidak masuk akal, dan di hari itu pula pihak pasar telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian”, tukasnya.

Sementara itu Kepala Pos Polisi Pasar Lemabang, Polisi Agung membenarkan kejadian tersebut, bahwa di pagi saat kejadian tiba tiba ada masyarakat berlari menghampiri saya untuk minta pertolongan karena ada keributan.

“Kemudian kita mengejar kearah pasar beduk diarah Poslantas, sesampainya saya di Poslantas ternyata saya lihat sudah ada orang empat, menyeberang ke arah pasar beduk, yang tiga bawa pedang dan satunya tidak, sambil mereka berteriak-teriak ‘siapa yang melawan aku hajar”, serunya.

Selanjutnya, selaku Anggota Kepolisian Agung mengaku sempet menghalangi keempat pria tersebut, dan mereka pun mundur dan kabur kearah Poslantas, “kemudian saya langsung menghubungi Polsek dan datanglah Tim Patroli ke TKP baru keadaan mulai kondusif”, pungkasnya. (DM)