PALEMBANG, Halosumsel – Kepala Penerangan (Kapendam) II Sriwijaya Letkol Inf Yordania, mengungkapkan progres pembangunan 26 unit jembatan gantung dan beton di wilayah Kodam II Sriwijaya. Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (06/05/2026).

Menurut Letkol Yordania dari total 26 jembatan tersebut, mayoritas merupakan jembatan beton  sementara sisanya adalah jembatan gantung Garuda. “Hanya tiga atau empat yang lainnya. Sebagian besar jembatan gantung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejumlah jembatan yang dibangun merupakan hasil survei atas jembatan yang putus akibat bencana alam. Selain itu, ada sekitar 6 jembatan yang kondisinya rusak 100 persen sehingga sebelumnya tidak bisa dilewati kendaraan, hanya bisa dilalui pejalan kaki.

“Sebenarnya yang paling mudah itu… (misalnya) berita Bali. Update paling terbaru ada di Instagram, semuanya update betul tahun ini,” kata Letkol Yordania.

Kapendam menegaskan bahwa target utama progres pembangunan jembatan ini difokuskan pada tahun ini. Namun, ia membedakannya dengan pembangunan batalyon TP maupun program lainnya yang telah memiliki tenggat waktu jelas, misalnya target 100 persen pada 16 April. “Jembatan ini berbeda. Satu sesi harus selesai dulu, baru kemudian ada perencanaan tahap berikutnya. Saat ini sudah tahap 1 dan tahap 3, sementara tahap 4 belum ada dan belum ada anggarannya,” jelasnya.

Prioritas pembangunan jembatan diberikan pada daerah-daerah dengan banyak sungai. Letkol Yordania mencontohkan Kodam III Jawa Barat yang memiliki ratusan jembatan karena karakteristik geografisnya. “Di beberapa daerah, jembatannya lebar tapi dangkal. Kalau Jawa Barat, sungainya dalam,” tambahnya.

Harapannya, dengan adanya jembatan-jembatan ini, terjadi pemerataan ekonomi masyarakat, akses pendidikan lebih mudah, dan keselamatan warga terjamin. “Ini berawal dari kepedulian Bapak Presiden Prabowo. Beliau melihat momentum, anak sekolah yang harus menempuh jalur berbahaya. Setelah ada jembatan, manfaatnya luar biasa: pendidikan, perdagangan, lalu lintas ekonomi semua terhubung. Hasil bumi yang sebelumnya tidak bisa diangkut kendaraan berat, sekarang bisa,” urai Letkol Yordania.

 

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa beberapa jembatan di tahap ketiga masih belum selesai karena tingkat kesulitan yang tinggi dan panjang bentang mencapai 120 meter. Sebagai perbandingan, jembatan gantung terpanjang yang pernah dibangun (bukan dari Pemda) di Aceh mencapai 200 meter.

 

Kapendam menekankan metode pelaksanaan yang mengedepankan gotong royong. “Kita harapkan metodenya gotong royong, saling bahu-membahu, memperkerjakan masyarakat bersama-sama,” pungkasnya.

Sofuan