PALEMBANG, Halosumsel – Proyek Rehabilitasi ruang guru di SMK Negeri 5 Palembang yang dikerjakan asal jadi saja menuai protes berbagai pihak.
Namun sayangnya terkait pekerjaan yang diduga dikerjakan tidak sesuai RAB, pihak diknas Propinsi Sumsel terkesan lepas tangan dengan kondisi yang terjadi. Bahkan, Kabid SMK Diknas Propinsi Sumsel Mitrisno saat akan dikonfirmasi via telpon engan menemui wartawan dengan membuat pernyataan yang justru membuat publik binggung.
“Masalah itu sudah selesai dengan cek eka. Sudalah dak usah konfirmasi masalah itu, Jadi lain kali Bae ye,” kata Mitrisno dengan bahasa daerah Palembang seraya menutup telponnya.
Sementara itu kepala sekolah SMKN 5 Palembang, Bambang saat akan dikonfirmasi tidak berada di tempat. Menurut petugas keamanan, kepala sekolah sedang keluar.
“Bapak kepsek lagi keluar, wakil kepala sekolah bidang humas juga tidak ditempat,” kata petugas security.
Saat ditanya mengenai proyek rehabilitasi yang dikerjakan oleh pihak kontraktor di SMK N 5 tersebut, petugas security itu secara spontan menjawab, kalau semua pekerjaan rehab di sekolah itu tidak ada yang beres.
“Semua dikerjakan asal jadi saja pak. Sudah dua kontraktor yang mengerjakan proyek ini, tapi keduanya tidak ada yang beres. Pemborong yang pertama meninggalkan pekerjaan tanpa menyelesaikannya. Kemudian digantikan kontraktor lain yang menyelesaikannya, tapi pekerjaan juga sama tidak beres juga, alias asal jadi saja,” katanya seraya mengaku lupa kontraktor pelaksananya.
Sementara itu berdasarkan investigasi wartawan di SMKN 5 Palembang, proyek rehab gedung kantor, ruang guru dan sejumlah ruangan lainnya itu dikerjakan tidak sesuai dengan RAB.
Pengerjaan bagian lantai dan plafon diduga selain menggunakan bahan material bangunan tidak sesuai standar SNI juga proses pengerjaanya juga asal jadi saja. (Tim)

