Depok, Halosumsel – Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) menggelar Rapat Kerja Terbatas (Rakertas) yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang malam hari di Resto Café Sapulidi, Sawangan, Depok, Sabtu (16/05/2026)
Rakertas yang berlangsung serius namun penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PB STII, antara lain Ketua Umum Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM; Wakil Ketua Umum merangkap Ketua Pelaksana Harian Hilman Ismail Metareum, SE; Wakil Ketua Umum Dr. H. A. Salamun Bashir, M.Si; Sekretaris Jenderal PB STII Didi M. Rosidi, S.Pd; Bendahara Umum Dian Nufarida, S.Sos; Wabendum Arifin Kurniawan, SE; Wakil Sekjend Ega Sarkis, S.Sos.I; Wasekjend M. Ichsan Kamil, S.Sos; Ketua Bidang OKK Husin Tasrik Makrup Nasution, S.Kom; serta Ketua Bidang Penyuluhan & Pengembangan SDM Petani (Assoc. Prof.) Dr. Nurjaya.
Turut hadir pula pimpinan organisasi badan otonom STII, yakni Ketua Umum Srikandi Tani STII Dra. Hulfa, M.Si; Ketua Umum Pemuda STII Aigi Murizqy, S.Eng; Ketua Umum STII Akademi/LPK STII Elva Septinawati, SE, MM; serta Direktur Cassava Center Andi Rahman.
Dua Agenda Utama Rakertas
Rapat terbatas ini merupakan agenda rutin PB STII yang sebelumnya telah digelar di beberapa tempat di Bogor (Kantor LPK STII) dan Sekretariat Kantor Pusat PB STII di Gedung Dewan Dakwah, Kramat Raya 45. Rakertas kali ini memfokuskan pada dua agenda utama:
1. Konsolidasi organisasi dari tingkat pusat, wilayah, hingga kabupaten/kota, termasuk penguatan potensi produk pertanian dan peternakan para kader STII.
2. Persiapan menyambut Anniversary STII yang ke-80 tahun serta pengesahan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal STII (LP3H STII).
Dalam kesempatan tersebut, rapat juga mengesahkan LP3H STII sekaligus menunjuk Hilman Ismail Metareum, SE sebagai Direktur Eksekutif LP3H STII.
Evaluasi Program dan Tantangan Global
Agenda yang berjalan selama tri semester ini juga mengusulkan program-program prioritas sekaligus monitoring dan evaluasi program pasca Muktamar STII satu setengah tahun lalu. Pembahasan menyentuh berbagai tantangan zaman terkait situasi ekonomi dan politik nasional serta geopolitik internasional yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan.
Rakertas juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap Perwakilan Pengurus Luar Negeri (PPLN) yang sudah eksisting di negara-negara sahabat, antara lain: PPLN Arab Saudi, PPLN Mesir, PPLN Uni Emirat Arab, PPLN Afrika Selatan, PPLN Australia, PPLN Brunei Darussalam, PPLN Malaysia, serta kawasan Eropa.
Suasana Kekeluargaan di Atas Menu Sederhana
Rapat yang berlangsung hingga malam hari itu berjalan serius namun tetap hangat dengan nuansa kekeluargaan khas para pegiat tani, koperasi, pegiat ketahanan pangan, dapur MBG, serta pelaku UMKM. Peserta menikmati suguhan sederhana berupa ikan lele goreng yang disajikan langsung oleh Bendahara Umum STII, ibu Dian Nufarida, serta tempe goreng sebagai lauk pendamping acar pecak ketimun—hasil panen dari salah satu pengurus STII Bogor.
Ketua Umum PB STII, Fathurrahman Mahfudz, dalam arahannya menekankan pentingnya capacity building bagi petani dan penggiat usaha pertanian, koperasi, serta UMKM dalam menghadapi dinamika ketahanan pangan nasional. “Rakertas ini menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus merumuskan langkah konkret menyambut usia ke-80 STII,” ujarnya.
Rel


