Palembang, HaloSumsel – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Ayu Nur Suri, SE., MM menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, berbagai bentuk kekerasan yang masih terjadi hingga kini tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa, melainkan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian dan tindakan bersama.

Hal tersebut disampaikan Ayu Nur Suri saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Sosialisasi dan Advokasi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” yang digelar di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Senin (18/5/2026).

Dalam sambutannya, Ayu Nur Suri,SE,MM mengungkapkan bahwa meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga, perundungan, eksploitasi, hingga kekerasan seksual terhadap anak menjadi tantangan serius di tengah masyarakat, khususnya di Kota Palembang.

Karena itu, ia menilai seluruh pihak harus memiliki kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam melakukan pencegahan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan serius di tengah masyarakat, khususnya di Kota Palembang.

Karena itu, negara, masyarakat, keluarga, dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan rasa aman, perlindungan hukum, pendidikan, serta kesempatan hidup yang layak,” ujar Ayu Nur Suri.

Menurutnya, DPC PDI Perjuangan Kota Palembang memandang perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya sekadar isu sosial, melainkan bagian dari perjuangan kemanusiaan dan wujud nyata menjalankan amanat Pancasila serta UUD 1945.

“Perempuan adalah tiang keluarga dan anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Maka menciptakan ruang yang aman, sehat, dan bermartabat bagi mereka merupakan investasi penting bagi masa depan Indonesia,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, akademisi, hingga keluarga dalam memperkuat edukasi, pendampingan korban, penegakan hukum, serta kolaborasi lintas sektor untuk melindungi perempuan dan anak.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan berani melapor apabila mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan sekitar agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini.

FGD tersebut turut dihadiri sejumlah narasumber dan tokoh, di antaranya Kasubdit II PPA Polda Sumsel, AKBP Nila Marlina Nasution SH MH, Praktisi Hukum dan Akademisi, Dr. Conie Pania Putri SH MH, Psikolog, Lydiana Afriyanti S.Psi., M.Psi., serta Wakil Ketua Bidang Hukum, Erwin Simanjutak SH MH.

Turut hadir pula, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Andreas Okdi Priantoro, SE., Ak, SH, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, H. Duta Wijaya Sakti, SH, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Palembang, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, organisasi perempuan dan anak, mahasiswa, serta peserta diskusi lainnya.

Melalui forum Diskusi tersebut, Ayu Nur Suri berharap lahir berbagai gagasan, masukan, dan rekomendasi konkret guna menyelesaikan atau mengatasi persoalan kekerasan terhadap anak dan Perempuan yang akhir akhir ini meningkat , sehingga nantinya dapat menjadi Langkah partai , fraksi dan warga untuk bersama dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kota Palembang.

“Kami ingin forum ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat, dan juga DPC PDI Perjuangan Kota Palembang melalui BBHAR Akan menjalankan fungsi advokasi dan pendampingan hukum kepada kader dan masyarakat umum berkiatan dengan persoalan hukum di kota Palembang sesuai dengan Juknis dan PO partai tentunya,”harapannya

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian bersama menjadi kunci penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, aman, dan berkeadaban.

“FGD ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota Palembang dapat dicegah sejak dini,” tutup Ayu Nur Suri.