MUARAENIM– Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyambut baik peluncuran Program Binaan UMKM melalui Gerakan Sejahtera dengan Infak Teratur (GESIT) yang diinisiasi
oleh Baznas Kabupaten Muara Enim sebagai bagian dari pilar Muara Enim Makmur.
Program tersebut diluncurkan di Balai Agung Serasan Sekundang dan menjadi wujud kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Baznas Kabupaten Muara Enim, dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus perlindungan sosial bagi pelaku usaha.
Sebanyak 200 pelaku UMKM menerima bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp1 juta untuk mendukung pengembangan usaha mereka. Selain itu, seluruh penerima manfaat juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitas usaha.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum beserta Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Muara ENim, Ketua Baznas, Ahmad Nizoni, S.Ag, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim, Mansursyah, beserta para pelaku UMKM dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Muara Enim H. Edison, S.H., M.Hum menyampaikan apresiasi atas inisiatif Baznas Kabupaten Muara Enim yang menghadirkan program pemberdayaan
berbasis keberlanjutan melalui gerakan infak teratur.
“Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyambut baik peluncuran Program Binaan UMKM melalui Gerakan Sejahtera dengan Infak Teratur (GESIT) yang diinisiasi oleh Baznas Kabupaten Muara Enim sebagai bagian dari pilar Muara Enim Makmur. Program ini merupakan bentuk pemberdayaan yang tidak hanya memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat, tetapi juga membangun budaya berbagi dan gotong royong yang berkelanjutan,” ujar Edison.
Menurutnya, yang membedakan program ini dengan bantuan usaha pada umumnya adalah adanya mekanisme keberlanjutan melalui infak yang dilakukan oleh para penerima manfaat.
“Sebanyak 200 pelaku UMKM menerima bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp1 juta untuk mendukung pengembangan usaha mereka. Yang membedakan program ini adalah adanya semangat keberlanjutan, di mana para penerima manfaat diajak untuk menyisihkan sebagian rezekinya melalui infak secara teratur. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kembali kepada pelaku UMKM lainnya sehingga manfaat program dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” lanjutnya.
Edison juga mengapresiasi sinergi antara Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan yang menghadirkan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh UMKM penerima manfaat.
“Selain mendapatkan bantuan modal, seluruh UMKM penerima manfaat juga memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi
dan perlindungan sosial harus berjalan beriringan. Pelaku usaha tidak hanya dibantu untuk berkembang, tetapi juga diberikan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja maupun risiko kematian yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha dan kesejahteraan keluarga,”katanya.
Lebih lanjut, Edison berharap para penerima manfaat dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri, naik kelas, dan pada akhirnya mampu memberikan manfaat bagi
masyarakat lainnya.
“Kami berharap para pelaku UMKM yang hari ini menjadi penerima manfaat dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri, naik kelas, dan pada waktunya menjadi muzakki serta pemberi manfaat bagi masyarakat lainnya. Inilah siklus kebaikan yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mustahik menjadi muzakki dan mengubah penerima manfaat menjadi pemberi manfaat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim, Mansursyah, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Baznas abupaten Muara Enim dalam mengintegrasikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ke dalam program pemberdayaan UMKM.
“Program ini menjadi contoh kolaborasi yang sangat baik karena tidak hanya berfokus pada penguatan modal usaha, tetapi juga memastikan para pelaku UMKM memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, para pelaku UMKM mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja dan kematian sehingga dapat menjalankan usahanya dengan lebih aman, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Mansursyah.
Sebagai penutup, Bupati Muara Enim mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muara Enim, untuk turut mengambil bagian dalam memperluas perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program CSR/TJSL.
Dengan kolaborasi seluruh pihak, Program GESIT diharapkan mampu melahirkan lebih banyak UMKM yang tangguh, mandiri, terlindungi, dan menjadi motor penggerak
pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Muara Enim.(ril)

