Jakarta, Halosumsel– Serikat Tani Islam Indonesia (STII) kembali menggelar Ngaji Pertanian secara virtual pada Sabtu (27/6/2026). Mengusung tema “Pertanian Kakao di Sulawesi Tengah; Peluang dan Tantangan”, acara ini menghadirkan H Muhammad Rusydi, LL.B., M.H., Pembina Kelompok Tani Sulawesi Tengah, sebagai pemateri utama.

 

Sulawesi Tengah merupakan provinsi penghasil kakao terbesar di Indonesia dengan kontribusi sekitar 146.000 ton per tahun dari total produksi nasional yang mencapai 641.000 ton . Namun, di balik potensi besar itu, terdapat tantangan serius yang dihadapi para petani.

 

Tantangan dan Peluang Kakao Sulteng

 

Acara yang dibuka oleh Ketua Umum PB STII, Fathurrahman Mahfudz, BIRK., MM., ini menjadi ruang diskusi bagi petani dan pegiat pertanian. Beberapa tantangan utama yang disorot antara lain:

 

· Rendahnya Produktivitas: Sekitar 65 persen tanaman kakao di Sulawesi Tengah telah berusia lebih dari 25 tahun sehingga membutuhkan peremajaan atau replanting besar-besaran .

· Hilirisasi yang Minim: Petani masih banyak menjual biji kakao mentah tanpa pengolahan lanjutan, sehingga nilai tambah produk belum optimal .

· Keterbatasan Akses dan Pembiayaan: Minimnya bibit unggul, standarisasi, serta akses pasar menjadi kendala di tingkat hulu .

 

Meski demikian, peluang besar juga terbuka lebar. Harga kakao global terus meningkat hingga mencapai USD 8.172 per ton pada tahun 2024, menjadi momentum bagi petani dan pemerintah untuk memperkuat rantai pasok dan hilirisasi . Kolaborasi lintas sektor antara Bank Indonesia, Kementerian UMKM, dan Badan Bank Tanah pun tengah digalakkan untuk mendukung transformasi ini .

 

Semangat Beriman dan Berkelanjutan

 

Selain aspek teknis pertanian, Ngaji Pertanian juga menguatkan dimensi spiritual dan sosial. Infaq yang terkumpul dalam kegiatan ini akan disalurkan untuk dakwah dan pemberdayaan petani melalui rekening BSI 7305361725 a.n. Sekretariat PB STII.

 

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–08.30 WIB melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Dengan semangat “pertanian yang beriman, berilmu, dan berkelanjutan”, STII berharap diskusi ini dapat melahirkan langkah konkret bagi kemajuan petani kakao di Sulawesi Tengah.

Rel