MUARA ENIM, Halosumsel— Warga Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim menyampaikan sejumlah aspirasi terkait infrastruktur irigasi dan pertanian kepada anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil VI yang sedang melaksanakan reses.
Ahmad Syarifudin, warga Kampung 4, mengusulkan perbaikan jalan lingkar. Ia menyebut pembangunan jalan dari hibah masyarakat sudah rusak dan sangat dibutuhkan warga.
“Termasuk mengenai masalah gorong-gorong hancur juga… jadi mohon untuk di rehab berat,” katanya.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Sumsel Ahmad Pala mengatakan masalah jalan lingkar dapat dikoordinasikan dengan Dinas Perkim. Ia menyebut hasil reses akan dibawa ke rapat paripurna sesuai arahan KPK.
“Masalah jalan lingkar bisa kita ajak dinas perkim untuk bisa ditindaklanjuti dan hasil reses dibawa ke paripurna sesuai arahan KPK dan insyaAllah terkabul dengan menyiapkan proposal dan kita dorong,” ujar Ahmad Pala.
Warga lain, Misto, menyampaikan mayoritas masyarakat Ujan Mas Baru merupakan petani yang menghadapi kendala sarana prasarana, terutama harga pupuk yang tinggi.
“Jadi kalau bisa diupayakan bantuan murni hibah, jadi petani tidak dibebani hutang apalagi kebutuhan pokok tinggi,” katanya.
Ia juga berharap ada bantuan untuk komoditas unggulan seperti karet yang dapat mensejahterakan petani. Selain itu, ia mengusulkan pembangunan irigasi seperti yang ada di OKU Timur, Lubuklinggau, dan OKI agar saluran tetap mengalir saat musim kemarau.
“Mengenai irigasi untuk dibangun seperti di OKUT, Lubuklinggau dan OKI jadi saluran hidup saat kering bisa kembali mengalirkan air sehingga bisa menjadi gudang pangan di Ujan Mas,” ujarnya.
Anggota DPRD Sumsel Ganjar Iman menjelaskan terkait pupuk saat ini sudah menggunakan sistem, bukan hibah. Ia menekankan pentingnya kelompok tani yang dipermanenkan agar bantuan dari pusat dapat tersalurkan, tidak hanya sebatas kabupaten.
“Mengenai masalah pupuk ada sistem bukan Hibah sehingga perlu kelompok tani yang dipermanenkan sehingga tembus bantuan pusat jangan hanya batas kabupaten,” kata Ganjar.
Ia juga menyinggung sistem penyaluran pupuk subsidi yang sudah online dan meminta memastikan pupuk sampai ke petani. Untuk bibit karet, ia meminta warga membuat proposal melalui kelompok tani dan dititipkan ke kepala desa agar dapat diusulkan secara berjenjang di paripurna.
Koordinator Dapil VI Muhamad Chandra menambahkan terkait saluran di Dusun II yang berada di pinggir balai akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Jalan.
“Masalah saluran dusun II dipinggir balai nanti kita bicarakan balai besar jalan dan dorong tinggal minta proposal karena kewenangan negara,” katanya.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Dapil VI yang meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten PALI, dan Kota Prabumulih melaksanakan masa reses Sidang VI.
Anggota dewan yang hadir terdiri dari Muhamad Chandra (PKB) selaku koordinator, Mohd Muaz Ar Rifqy (PKS), Ismail Hairul Pala (Demokrat), Ahmad Palo (PPP), Hj. Lury Eliza Alex Noerdin (Golkar), dan Ganjar Iman (NasDem).
Dalam pertemuan tersebut, warga juga menyampaikan berbagai persoalan mendesak lainnya di wilayah mereka.
Advetorial

