Musim Hujan Baru Datang Desember, Palembang Harus Hirup Racun Asap 2 Bulan Lagi

PALEMBANG – Langit Palembang yang pekat oleh kabut asap akhirnya membuat pusat turun tangan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., merasakan sendiri neraka asap di Kota Pempek dan langsung memerintahkan tindakan tegas.

Didampingi langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Menko Polkam Dudung meninjau posko dan lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang paling parah di Kecamatan Sematang Borang, Kamis (15/10/2026) pagi.

Turut hadir dalam peninjauan darurat tersebut jajaran petinggi keamanan tertinggi di Sumsel, Deputi BMKG, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana, serta Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud.

Begitu mendarat, Menko Polkam tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

“Tadi pagi kita juga sudah merasakan bagaimana kabut asap yang masih cukup tebal,” kata Dudung dengan nada prihatin di lokasi.

Berdasarkan laporan Danrem 044/Gapo, sumber malapetaka asap yang menyiksa 1,8 juta warga Palembang ini bukan berasal dari dalam kota, melainkan kiriman dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang membara.

“Ada beberapa titik hotspot yang memang cukup banyak, dan ini perlu ditangani secara serius,” ujar Dudung.

Mendengar itu, darah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mendidih. Ia langsung memberikan perintah keras kepada Pangdam dan Kapolda yang berdiri di sampingnya.

“Pangdam dan Kapolda juga sudah menyegel beberapa perusahaan. Harus tegas-tegas saja,” ucap Dudung dengan nada komando.

Tak hanya perusahaan besar, warga yang sengaja membakar lahan pun diminta untuk tidak diberi ampun.

“Tidak hanya itu, saya juga meminta untuk menindak secara tegas kepada masyarakat yang dengan sengaja melakukan pembakaran. Karena kalau ini dibiarkan akan semakin meluas,” tegasnya.

ika perintah tegas Dudung menjadi harapan, pernyataan Deputi BMKG yang ikut dalam rombongan justru menjadi kabar buruk yang bikin warga Palembang merinding.

Deputi BMKG mengungkapkan, wilayah Sumatera Selatan, khususnya bagian tenggara yang didominasi lahan gambut, diperkirakan baru akan memasuki musim hujan pada bulan November, bahkan awal Desember.

“Artinya masih satu bulan lebih kondisi kering ini akan kita hadapi, bahkan pada titik tertentu itu malah pada awal Desember baru akan masuk musim penghujan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Sumsel dan Lampung akan menjadi wilayah paling akhir yang memasuki musim hujan di antara wilayah rawan Karhutla lainnya seperti Riau, Jambi, Kalbar dan Kalteng yang akan lebih cepat.

Artinya, warga Palembang harus bersiap menghadapi satu hingga dua bulan lagi hidup dalam kepungan asap beracun jika kebakaran di OKI tidak segera dipadamkan total.(why)