Halosumsel.com-
Akibat hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi (2/3) sekitar pukul 17.30 wib petang kemarin merobohkan rumah Sagitarius warga Kampung Baru Desa Bukit Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin. Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi yang diderita korban mencapai ratusan juta rupiah, karena kondisi bangunan rumah mengalami kerusakan mencapai 80 persen.
Untuk mengantisipasi adanya korban jiwa, kabel yang dialiri listrik oleh petugas PLN Ranting Betung langsung dilakukan pemutusan jaringan. Informasi yang dihimpun dari keterangan warga dilokasi kejadian dikatakan memang kondisi rumah itu sebelum ambrol atap sebagian besar dindingya, karena disebabkan dindingnya itu sudah terlihat ada retak berat. Rumah milik Sagitarius tersebut saat ada hanya dihuni oleh pemiliknya seorang diri yang tak lain istrinya. Saat kejadian Ny. Sigit melihat ada hujan deras yang disertai genuruh sengaja keluar dan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong, maka saat kejadian jiwanya dapat terselamatkan.
Bangunan rumah tersebut memang tergolong unik karena hampir keseluruhan material bangunan terbuat dari tanah liat, walau terilhat kokoh, namun menggunakan semen sebagai perekat dari material bangunan dan rumah itu dibangun sekira awal tahun 80 an, mungkin faktor dimakan waktu ditambah beban kian berat saat datang hujan deras disertai angin kencang pula yang akhirnya bangunan rumah itu langsung ambrol memcapai separuh lebih bangunan rumah itu dan dimungkinkan sudah tidak dapat dihuni lagi, ungkap Yanto warga setempat. Ny. Sigit kalau biasanya berdiam berdua dengan anaknya, karena saat kejadian itu anaknya sedang kuliah di Palembang, maka dirinya menunggu rumah seorang diri. Warga dan kerabat korban langsung mengevakuasi semua harta benda korban yang sementara wartu dititip dirumah keluarganya.
Sayangnya Ny. Sigit usai kejadian itu belum dapat diminta keterangannya dan masih terkihat trauma mengetahui peristiwa yang baru saja menimpanya.(walbro)

