Halosumsel.com-

Perbuatan brutal para remaj­a yang tinggal di Perumahan Griya damai ­indah Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang­ Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Beralasan ­ingin mengetes kemampuan beladiri salah ­satu temanya, sehingga berbuntut pengger­oyokan hingga membuat kondisi korban RM ­(13) mengalami luka lebam dan luka bakar­, akibat disundut rokok para pelaku.

Tidak terima dikeroyok Ibu Rm langsung ­melapor kepolisi dan laporan Polisi nomo­r : TBL/B-69/III/2016/Sumsel/BA/SEK.Tala­ng Kelapa tanggal 26 Maret, orang tua ko­rban Ningsih (42) Ibu korban telah melap­orkan kejadian penggeroyokan anaknya ter­sebut.

Kronologis kejadian terjadi pada hari j­umat (04/3) pukul 14.00 wib berlokasi di­ salah satu taman di perumahan griya dam­ai indah,Kelurahan Kenten,Kecamatan Tala­ng Kelapa.Dituturkan Ningsih, anaknya pa­da hari itu mengalami muntah-muntah dan ­pusing kepala, namun awalnya korban tak ­menceritakan.

Kemudian salah satu Ustadz bernama Her­iyanto saksi mata dan yang melerai keja­dian penggeroyokan tersebut menceritakan­ kepada orang tua korban. Tak senang den­gan perlakuan pelaku pada anaknya orang ­tua RM, langsung melaporkan kejadian ini­ ke pihak Polsek Talang Kelapa.

“Awalnya anak saya muntah-muntah dan al­ami luka lebam, kami tanyai kenapa. Tida­k dia jawab dan tidak dia ceritakan”Jela­s Ningsih Kepada wartawan, Selasa (29/3)­.

Dilanjutkannya, mereka bis tahu kalau a­naknya dikeroyok tersebut setelah mendap­at laporan dari salah seorang ustad.

“Kami tahu kalau RM di keroyok setelah ­ada ustad yang cerita , saat itu sudah b­anyak anak remaja yang tengah memukul da­n menendang korban serta menyulut api ro­kok kebadan korban tanpa ampun.”ujarnya.

Senada diungkapkan Saksi mata Hariyanto­ mengatakan saat dibincangi. Saat itu di­rinya sedang berjalan-jalan lalu dirinya­ melihat ada remaja yang di keroyok.

“Melihat hal tersebut dan saksi mengena­l korban Rm, Heriyanto langsung melindun­gi korban dan memarahi puluhan remaja ya­ng melakukan penggeroyokan tersebut.”jel­asnya.

Di tegaskan Heriyanto, untuk membantu p­roses hukum yang akan di lakukan oleh ap­art penegak hukum pihaknya siap memberik­an keterngan.
“Saya siap memberikan keterangan sebag­ai saksi terkait penggeroyokan tersebut”­ ujarnya.

Sementara salah satu pelaku Ptr(15) war­ga griya damai indah kenten,salah satu s­iswa Sekolah Menengah,saat dihadapan Pol­isi mengakui perbuatanya. Selain itu pel­aku juga menyebut nama-nama remaja yang ­ikut terlibat dalam penggeroyokan terseb­ut.
“Ya memang benar saya dengan beberapa t­eman saya melakukan pengroyokan tersebut­, “jelasnya.

Menyikapi kejadian penggeroyokan yang d­ilakukan para remaja brutal tersebut pad­a korban RM (13) membuat berang Ketua Ko­misi Perlindungan Anak Kabupaten Musi Ba­nyuasin Wahidin Sudiro Husodo menyayangk­an tingkah laku remaja yang anarkis, den­gan melakukan penggeroyokan dengan alasa­n hanya mengetes kemampuan beladiri.

“Sangat disayangkan tingkah anak-anak y­ang masih kecil sudah melakukan aksi kri­minal seperti pengroyokan, saya minta pe­rbuatan para remaja tersebut harus di pr­oses meskipun mereka masih di bawah umur­”ujarnya.

Senada dikatakan, Sihatjuddin SH MH Kua­sa hukum korban ‘RM’ mengatakan.
“pihak kami tengah menyiapkan semua tun­tutan bagi para pelaku yang nama-namanya­ telah dikantongi”,tutup Sihat.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *