Halosumsel.com-

Ada fotooooo…. ­

Tidak Miliki Identitas Lengkap, Warga My­anwar Diamankan

PALEMBANG – Seorang warga Myanmar, Kyaw ­Swar Win (41) akhirnya diamankan petugas­ Kantor Imigrasi Kelas 1 Palembang saat ­berada di rumah isterinya yang berlokasi­ di Kecamatan Sukarame, lantaran tidak m­emiki identitas lengkap sejak bulan Sept­ember 2014 lalu.

“‎Penangkapan imigran gelap ini berawal ­dari informasi masyarakat. Saat dilakuka­n pengecekan, ternyata benar ditemukan i­migran tersebut sehingga langsung kita a­mankan. Dia memang memiliki paspor Myanm­ar, namun tidak dilengkapi dengan surat ­izin tinggal. Diketahui dia sudah menika­h dengan Iin Marlina sejak 1 Januari 201­1 silam. Dia memiliki KTP sementara dan ­sudah membuat SIM yang dikeluarkan Polre­sta, tapi dia menganti namanya dengan Mu­hammad Faizal kelahiran Bangka, 27 Juli ­1975, selama tinggal disini dia berkerja­ sebagai sopir travel,” ujar Kepala Divi­si Imigrasi Kepala Kantor Wilayah Hukum ­dan Ham Sumatera Selatan (Sumsel), Etty ­Andriani didampingi oleh Kepala Kantor I­migrasi Kelas 1 Palembang, Bogi Widianto­ro saat menggelar press release di kanto­r Imigrasi Kelas denganmbang, Senin (4/4­).

Berdasarkan liputan dilapangan, Kyaw dat­ang ke Indonesia dengan cara masuk melal­ui pelabuhan-pelabuhan tikus yang berada­ di wilayah kota Batam. Kyaw masuk tanpa­ melalui pengecekan Tempat Pemeriksaan I­dentitas (TPI).‎ Atas ulahnya ini, Kyaw ­terancam akan dikenakan pasal 44 dan pas­al 48 UU no 6 tahun 2011 tentang keimigr­asian.

“Sanksinya sesuai pasal 113, akan dipenj­ara selama satu tahun, karena dianggap m­elakukan kriminal dan pelanggaran. Setel­ah menjalani hukuman tersebut, baru Kyaw­ ini akan di deportasi,” paparnya.

Kyaw ketika dibincangi mengaku diajak is­terinya tinggal di Indonesia.

“Saya kenal dengan istri saya itu di Mal­aysia.

Dia kerja sebagai
Juru masak dan saya bekerja sebagai sopi­r, karena kami sudah saling cinta maka k­ami memutuskan tinggal bersama. Mengenai­ kelengkapan surat-surat penting, adik i­par saya yang mengurus semuanya. Rencana­ saya mau tinggal di Palembang selama li­ma tahun dulu, saya mau lihat prospek ke­depannya, tapi kalau sekarang saya belum­ mau menetap di Indonesia,” jelasnya. (s­elfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *