Halosumsel.coM-
Sebagai salah satu provinsi tertua di Indonesia, Sumatera Selatan (Sumsel) mempunyai banyak peninggalan sejarah dan wisata alam yang memukau. Namun sayang, untuk masalah daya destinasi wisata, provinsi ini masih kalah jauh dibandingkan provinsi lainnya di Sumatera.
Diungkapkan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, pada tahun 2014 total masyarakat Sumsel yang memilih berwisata keluar provinsi lebih banyak dibandingkan wisatawan luar yang memilih menghabiskan liburan di Sumsel.
“Tercatat ada sekitar 3,4 Juta wisatawan nusantara (Wisman) yang datang ke Sumsel, namun masyarakat Sumsel yang memilih berlibur keluar Sumsel mencapai 5 Juta orang. Di tahun 2015 memang ada perbaikan, namun ini menjadi evaluasi kita, menganalisa kesalahan apa yang harus diperbaiki, sehingga seakan sulit menarik wisatawan nusantara ke Sumsel,” ujarnya Senin (24/4/2016).
Selain minimnya minat wisatawan nusantara ke Sumsel, para agen travel juga kurang mengemas promosi dan paket wisata ke Sumsel dengan menarik. Banyak kendala yang disampaikan para agen travel tentang destinasi wisata Sumsel, baik dari akses jalan yang kurang mendukung, kurang menariknya destinasi di Sumsel, hingga persaingan dengan destinasi luar provinsi yang lebih diminati oleh wisatawan.
Diakui Irene, destinasi memang menyangkut tiga poin, yaitu aksesibilitas, aneminas dan atraksi. Jika tiga poin ini kurang mendukung, pastinya promosi ke luar akan kurang juga. Untuk itu, mereka akan mengemas tiga sector lainnya, yaitu branding, advertising dan selling.
“Kegiatan promosi ke dalam dan luar negeri sering dilakukan dan sudah memenuhi dua sector yaitu branding dan advertising. Tapi kita melupakan sisi selling, karena Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak bisa berjualan, untuk itu kita mengumpulkan para agen travel untuk memenuhi sector selling,” lanjutnya.
Untuk di Palembang sendiri, Disbudpar Sumsel sedang fokus ke wisata Sungai Musi di lima lokasi wisata, yaitu Kampung Kapitan, Kampung Al-Munawar, 1 Ulu, 10 Ulu dan 34-35 Ilir. Kelima lokasi wisata ini mencakup sentra tekstil, kuliner dan sejarah Palembang.
Agar lima lokasi wisata Sungai Musi ini bisa disiapkan untuk promosi destinasi Sungai Musi, Disbudpar Sumsel akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel dan instansi terkait lainnya.
“Kita sedang fokus membangun ide-ide wisata ini, nanti pada tahun 2017 akan dianggarkan untuk pembangunan fisik dan non fisik,” tandasnya (sofuan)

