Halosumsel.com-
Nasub malang dialami kedua pedagang ikan sebut saja Dunil, (21) Warga RT 24/10 Kelurahan Pangkalan balai bom berlian bersama Sukril (19) temannya mengalami kecelakaan di Km 38 Desa Panji kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.
Kejadian kecelakaan tabrak lari itu terjadi tepatnya di depan rumah makan Tahu Sumedang. Dunil yang mengendarai sepeda motor Vega zr Nopol BG 6048 JZ menabrak bagian belakang mobil L300 yang tidak diketahu Nomor Polisinya lalu terpental dan masuk ke bawah kolong mobil truk yang juga tidak diketahui nopolnya.
Kronologis kejadianya bermula Dunil yang baru memiliki seorang anak ini baru pulang dari berjualan ikan di Pasar Serong Kecamatan Talang kelapa, pada saat tiba di Km 38 Desa Panji Dunil yang berboncengan dengan Sukril memperlambat laju kendaraannya, namun tidak disangka ada sebuah mobil taksi yang berhenti mendadak.
Akibatnya Dunil yang membawa sepeda motor dengan sedikit rasa capek lalu menabrak bagian belakang mobil L300. Dan terpental ke badan jalan bagian tengah, akibatnya Dunil masuk kedalam kolong mobil truk yang lewat, beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan dan dirinya hanya mengalami luka lecet dibahu, punggung, dan yang cukup parah dibagian kaki kanannya. Sebab ban mobil truk sedikit melindas kakinya.
“Saat itu saya bersama dia (Dunil-red) baru selesai berjualan di Pasar Serong, sebenarnya pelan motor yang dia kendarai namun lagi apes tadi jadi beginilah akhirnya”, jelas Sukril teman korban Ketika dibincangi wartawan dilokasi kejadiab, Selasa.(3/5).
Dirinya menambahkan, penyebab terjadinya kecelakaan tersebut karena ada sebuah mobil taksi yang berhenti mendadak di depan mereka.
“Tidak terlalu cepat, namun ada taksi berhenti tiba-tiba. Lalu dunil kaget dan menabrak belakang mobil L300. Dan terpental ke tengah sampai masuk ke dalam kolong truk”imbuhnya.
Masih kata dia, saat kecelakaan terjadi, baik sopir L300 maupun sopir truk tidak ada yang berhenti.
“Kami tidak diperdulikan orang, malahan banyak orang melihat dan mengambil photo saja. Bukan langsung menggendong menolong membawa Dunil ke Rumah sakit, Tapi ditonton dan di Photo saja, sedangakan mobil L300 dan Sopir Truknya sudah menghilang seketika tanpa ada rasa iba”, keluhnya.
Sementara itu Ujang (25) Kakak Dunil mengaku sedih ketika melihat adiknya yang sudah terbaring menahan sakit saat ini.
“Ya Allah tidak kuat rasanya saya melihatnya. Namun alhamdulilah berkat kuasa Allah SWT adik saya hanya luka lecet dan luka dibagian kaki saja”jelasnya.
Dirinya menambahkan, dari kecelakaan yang dialami oleh adiknya ini biaya perobatan ditanggung sendiri oleh keluarganya.
“Sebenarnya kalau sopir mobil L300 atau truk itu dikejar dan berhenti kemungkinan bisa dimintai pertanggung- jawabannya. Karena kedua sopir tersebut tidak ada maka kita terpaksa berobat dengan biaya sendiri.”ujarnya.
Dirinya berharap, semoga kedua sopir yang tidak bertanggung- jawab tersebut bisa diberi hidayah dan kesadaran.
“Kami serahkan pada yang maha kuasa saja. Semoga baik sopir truk maupun sopir L300 bisa sadar atas perbutan yang telah dia lakukan”, harapnya. (waluyo)

