Halosumsel.com-
Belasan tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (Pln) yang merupakan jalur utama jaringan listrik yang menerangi diwilayah Kecamatan Tungkal Ilir Banyuasin sejak Jumat petang (13/5) kemarin roboh setelah disapu angin kencang yang disertai hujan lebat. Robohnya tiang menyangga jaringan PLN tersebut membuat listrik diwilayah itu secara keseluruhan mengalami pemadaman total setidaknya selama dua hingga hari kedepan.
Dari ke-13 batang tiang PLN itu roboh akibat diterpa Angin kecang dan hujan deras juga sambaran petir yang kuat, dampak dari itu menyebabkan robohnya tiang listrik tersebut lampu di kawasan kecamatan Tungkal Ilir saat ini mati total, ujar Edi warga setempat kepada wartawan (15/5).
Diprediksi oleh PLN kata Edi, listrik ditempat kami baru dapat dinyalakan kembali selama dua atau tiga hari kedepan saat kami tanya pada petugas dilokasi robohnya tiang itu kemarin.
Edi menambahkan, dengan robohnya ke-13 tiang listrik itu desa kami kini menjadi gelap gulita ditambah saat ini intensitas hujan juga masih tinggi membuat sarana transpotasi jalan darat pun terputus sehingga desa kami seakan menjadi desa mati.
Harapan kami supaya pemerintah Banyuasin segera menyalakan kembali listrik dijalur kami dan pihak PLN jangan banyak berdalih, sebab kami sebagai pelanggan sudah banyak dirugikan dan baru sekali ini tiang listrik bisa dengan mudah roboh, jelasnya.
Kades Teluk Tenggulang Kecamatan Tungkal Ilir, Erfandi menjelaskan bahwa memang benar didesanya ada belasan tiang listrik milik PLN yang roboh. “Yah memang benar ada tiang yang roboh namun tidak ada korban jiwa sebab tiangnya jatuh kejalan bukan ke arah rumah warga”, bebernya.
Lebih lanjut dikatakanya untuk penanganan dan pengamanan sudah ada Tim dari PLN berada dilokasi. “Saat ini tengah di tangani oleh pihak PLN dan kita berharap cepat selesai”, pintanya
Sementara Manager PLN Cabang Pangkalan Balai, Erwin Pri Adi, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa saat ini telah terjadi musibah ada jaringan listrik arah kecamatan Tungkal Ilir tepatnya mulai dari simpang Karang Agung hingga Desa Teluk Tenggulang yang merupakan Jalur Utama PLN dan apa bila dijalur tersebut ada kerusakan jaringan dampaknya satu kecamatan mengalami mati total.
“Kita mendapat laporan dari masyarakat Tungkal Ilir ada tiang listrik yang roboh sebanyak 13 batang”, terangnya.
Erwin menambahkan saat ini pihak PLN membutuhkan alat berat seperti eskavator dan saat ini tim teknis masih mencari alat disana, namun dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah pemerintah setempat disana.
“Kalo sudah ada alat itu, satu hari bisa diselesaikan, paling lama dua hari sudah bisa menyala kembali, adapun penyebab robohnya tiang kistrik disana itu akibat tanah tempat ditanam tiang tidak stabil dan diperburuk oleh kondisi cuaca hujan deras”, tegasnya. (waluyo)

