Halosumsel.com-
Bukan hanya para Guru dan Anggota (PGRI) Kabupaten Banyuasin yang terlihat kecewa yang menghadiri Acara halal bi halal yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyuasin di Graha Sedulang setudung Banyuasin Sumsel Kamis (21/7) melainkan dari Satuan lain Sat Pol PP, Dishub dan Polres.
Pasalnya, usai acara tersebut oleh panitia penyelenggara langsung dilakukan pembagian nasi bungkus untuk para guru harus menggunakan kupon khusus, tidak pelak bagi guru dan anggota PGRI yang tidak mempunyai kupon terpaksa harus rela gigit jari.
“Aduh kok nasinya pakai kupon segala, bagaimana kita yang tidak ada kupon seperti ini, terpaksa nahan lapar”, ucap salah satu Guru yang berasal dari perairan tidak mau disebutkan namanya.
Dirinya menambahkan, Kupon yang diminta oleh panitia tidak merata.
“Setahu saya kupon tersebut tidak sampai ke saya, namun yang saya lihat ada sebagian orang membawa kupon dengan sekala banyak”, ujar Supri nama samarannya.
Ia berharap, kondisi ini agar tidak lagi terulang di tahun-tahun yang akan datang.
“Aturan ini tidak tepat, sebab kurang terkoordinasi, enak kalau kuponnya terbagi semua, kalau tidak seperti saya ini kecewa jadinya. Saya meminta untuk diacara berikutnya agar penggunaan kupon tidak usah dipakai, cukup dengan data saja dan panitia langsung membagikan secara teratur”, tukasnya.
Sementara itu dari informasi yang dihimpun dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya mengatakan bahwa dalam acara tersebut setiap Sekolah sekaligus sebagai anggota PGRI dibebani biaya Rp. 1.000,- persiwa.
Yang disesalkan hadirin maupun undangan termasuk para petugas lain yang mengawal jalannya kegiatan tersebut yang tidak memiliki kupon nasi usai acara siap balik kanan.
Padahal tujuan kami menghadiri acara tersebut selain meningkatkan tali silaturahmi sesama anggota PGRI juga ingin mendengarkan pencerahan dari Ustadz asal Kota Palembang Ahmad Al Habsi, imbuh Imron nama samaran.
Sayangnya panitia penyelenggara saat mau diminta dikonfirmasi oleh media berusaha menghilang, sehingga berita ini diterbitkan belum ada yang memberi keteranganya. (cw/waluyo)

