Halosumsel.com-
Kodam II/Swj terus mengenjot dan meningkatkan kemampuan fisik prajuritnya dengan melaksanakan berbagai program pembinaan satuan, diantaranya melalui kegiatan olah raga bersama secara rutin, setiap hari Selasa dan Jum’at. Sementara untuk latihan bela diri yong moodo, dilaksanakan setiap hari Rabu dan renang militer yang dilaksanakan pada waktu minggu militer.
Pembinaan fisik ini juga merupakan salah satu penjabaran dari sasaran kebijakan Kepala Staf TNI Angkatan dalam pembinaan satuan, yakni mewujudkan prajurit TNI AD yang berdisiplin, jago perang, jago tembak, jago bela diri dan memiliki fisik yang prima.
Seperti yang terlihat di lapangan Apel Makodam II/Swj pada Selasa (11/10/2016) seluruh prajurit dan PNS Kodam II/Swj usai apel pagi, melaksanakan olah raga bersama. Olah raga bersama diawali dengan senam pemanasan, kemudian dibentuk per peleton, seluruh prajurit Kodam II/Swj dengan mengenakan seragam olah raga erobik melaksanakan lari terpimpin, sejauh 3,2 Km di jalanan di sekitar Markas Kodam II/Swj. Selesai lari, seluruh prajurit Kodam II/Swj melaksanakan penguatan yang berupa pull up, push up, sit up, dan diselingi lari sprin.
Kapendam II/Swj Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar,S.IP menjelaskan bahwa pembinaan fisik dimaksudkan agar seluruh prajurit Kodam II/Swj mencapai standar kemampuan fisik yang ditentukan, yakni nilai kesegaran jasmani atau Samapta minimal mencapai 61.
Dijelaskan oleh Kapendam II/Swj bahwa peningkatan kemampuan fisik prajurit Kodam II/Swj merupakan salah satu fokus Pangdam II/Swj Mayjen TNI Sudirman S.H, M.M dalam pembinaan satuan. Seluruh prajurit Kodam II/Swj harus memiliki fisik yang prima dan harus lulus nilai samapta. Setiap semester prajurit maupun PNS Kodam II/Swj juga diwajibkan melaksanakan tes kesegaran jasmani.
“Fisik yang sehat dan kuat merupakan salah satu modal dasar prajurit. Jasmani yang prima, akan mendukung keberhasilan tugas yang diembankan oleh Negara kepada prajurit Kodam II/Swj’, ujar Kolonel Arh Syaepul.
Ditambahkan oleh Kapendam II/Swj, bahwa peningkatan kemampuan fisik ini dilakukan di seluruh satuan jajaran Kodam II/Swj. Terlebih untuk satuan tempur dan satuan bantuan tempur, seperti batalyon, tuntutan kemampuan fisik ini lebih tinggi, bahkan mereka setiap hari harus melaksanakan pembinaan fisik, agar memiliki kemampuan yang handal dengan ditopang fisik yang prima.
(sofuan/rel)

