Halosumsel.com-
Tiga dari enam pelaku pengeroyokan suporter Singa Mania, Naga Reno Cenopati (16) warga Rusun Kelurahan 23 Ilir Kecamatan Bukit Kecil yang menyebabkan korban meninggal dunia pada Jumat (14/9) pukul 04.00 WIB, berhasil ditangkap anggota Reskrim Unit Pidana Umum Polresta Palembang pimpinan AKP Robert Perdamaian Sihombing SH, Selasa (18/10) sekitar pukul 00.24 WIB.
Muhammad Ahsani Takwin alias Erwin (17) warga Jalan Faqih Usman Lorong Cek Onah RT 01 Kelurahan 3 Ulu Kecamatan SU I, Dicky Irawan (16) warga Jalan KH Azhari Lorong
Pedatukan Darat Kelurahan 12 Ulu Kecamatan SU I dan Rangga Setiawan (16) warga Jalan Faqih Usman II Lorong Sintren No 09 RT 01 Kelurahan 2 Ulu Kecamatan SU I masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik di ruang Pidum Polresta Palembang.
“Mereka ditangkap setelah anggota kami melakukan pengumpulan bukti dan keterangan saksi. Tiga tersangka itu dua diantaranya masih berstatus pelajar. Dic dan Ran diamankan dirumahnya, sedangkan San diamankan saat berada di warnet 2 Ulu. Kesemuanya ada sembilan orang, tiga diantaranya sudah diamankan dan kini kami masih memburu enam pelaku lainnya yang sudah kami kantongi identitasnya. Kami himbau mereka untuk segera menyerahkan diri,” tegas Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SH SIk MH, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Kejadian yang berawal dari sekelompok suporter singa mania
korwil SKS Subrado sedang bernyanyi-nyanyi di tribun utara. Tak lama kemudian, ada tiga cewek dari suporter singa mania korwil Radial melintas dilokasi mencari tempat duduk untuk menyaksikan laga SFC melawan Persegres tersebut.
Disaat itu, salah satu dari tiga cewek suporter singa mania korwil
Radial itu, diteriaki jelek oleh suporter korwil SKS Subrado ”
Lonte, Lonte, Lonte” mendenger teriakan tersebut, membuat ketiga
cewek suporter singa mania korwil Radial, yang sudah mendapatkan
tempat duduk menjadi marah dan melempar aqua ke arah suporter singa mania korwil SKS Subrado.
Korban yang saat itu mendengar marah dan berkata,” Siapa yang melawan turun kesini.” Nata, ketua singa mania korwil SKS Subrado, mendengar perkataan
korban langsung turun dan mendekati korban, cek-cok mulut terjadi, namun masih bisa dilerai oleh suporter singa manis yang lain.
Selang, 30 menit cek-cok mulut tersebut terjadi. Kembali korban yang masih dendam naik ke atas bersama 7 temannya untuk menghampiri Nata dan langsung dipukuli korban. Keributan pun hampir kembali lagi terjadi. Tetapi Nata saat itu, masih menahan emosinya dan langsung keluar dari tribun utara.
Selang 10 menit sebelum pertandingan selesai, Nata dan 30 orang temannya, kemudian menunggu korban di parkiran motor tribun utama. Ketika Naga datang berniat hendak mengambil motornya, pelaku Nata pun langsung medekati korban, tak pelak korban pun langsung dikeroyok pelaku dan 30 temannya.
Setelah korban tidak berdaya lagi, mendapati adanya keributan
tersebut. Petugas yang melakukan piket jaga saat pertandingan
dilapangan langsung menuju lokasi, dan membubarkan bentrok itu, serta
membawa korban ke rumah sakit RS Bari. Namun setelah mendapatkan
perawatan nyawa korban tidak bisa diselamatkan.
Ketika diperiksa, tersangka Ahsani mengaku ikut serta dalam pemukulan itu. Namun dirinya tidak ikut memukuli korban saat keributan terjadi lagi di tribun luar.
“Memang saya memukulnya dua kali, diwajah dan di dada. Itu dikerenakan dia (korban_red) yang selalu menantang ketua kami. Kesal saya ikut pukuli dia. Nah, saat diluar saya liat dia sudah terluka parah, saya sempat mengantar ke RS Bari, setelah itu saya pulang,” jelasnya.
Sementara Rangga dan Dicky berkilah kalau dirinya terlibat dalam pengeroyokan itu.
” Saya memang tahu kejadian itu, tetapi saya tidak ikut-ikutan dan langsung pulang ke rumah,” ujar Rangga.
“Saya juga tidak ikut-ikutan pak, memang saya tahu kejadian. Saya juga disuruh teman saya untuk cepat-cepat pulang takut kena sasaran,” tandas Dicky yang mengaku dirinya bukan suporter singa mania ini.(agustin selfy)

