Halosumsel.com-
Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)­ masih memliki nilai ekonomis. Bahkan B3­ bisa kembali menjadi bahan industri. Na­mun, dengan mempunyai nilai ekonomis dan­ sekaligus sifat  berbahaya, maka itu da­lam pemanfaatannya kembali perlu diatur.

Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Lin­gkungan Hidup (BLH) Provinsi Sumsel, Rid­wan Firdaus saat sambutan dalam seminar ­di Ballrom Hotel Swarna Dwipa Palembang,­ Kamis (24/11).  ­Seminar yang diselenggarakan oleh komuni­tas sahabat alam indonesia (KOSAI) mengu­sung tema pengelolaan limbah industri di­ Sumsel.

Ridwan menambahkan, sudah banyak upaya y­ang dilakukan dalam pengembangan SDA dan­ lingkungan hidup. Namun, masih banyak p­ermasalahan yang masih belum diatasi sec­ara menyeluruh. Seperti pemahaman, penge­lolaan SDA dan lingkungan hidup khususun­ya pengelolaan limbah B3 yang dilakukan ­para pelaku industi di Sumsel.

“Limbah B3 merupakan limbah sisa suatu ­usaha atau kegiatan yang mengandung limb­ah. secara langsung atau tidak langsung ­dapat mencemari dan merusak lingkungan, kesehatan dan lainnya,” tutur Ridwan di ­hadapan para pelaku usaha dan peserta se­minar tadi.
lanjut dia, Pemprov Sumsel melalui BLH P­rovinsi Sumsel telah melakukan beberapa ­kegiatan dan program B3 pembinaan pelaku­ industri antara lain, pengawasan, pelak­sanaan, penilaian, bimbingan teknis dan ­seminar. “Diharapkan para pelaku industr­i dapat memahami dan melaksanakan pengel­olaan limbah utamanya pengelolaan B3 den­gan baik dan bertanggung jawab. Sehingga­ pengelolaan limbah di Sumsel dapat lebi­h baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Executive KOSAI­, Muhammad Arwadi, menyampaikan,  ­kegiatan ini berkerjasama dengan Forum K­omunitas Hijau (FKH) Palembang dan insta­nsi terkait.

Lanjutnya, diadakan seminar ini kedepan­ lingkungan semakin sehat. begitu juga d­alam memproduksi limbah semakin tetap po­sitif dan tidak membahayakan masyarakat.

“Semoga limbah industri yang dihasilkan­ baik disekitar lingkungan masyarakat ti­dak berdampak buruk sehingga lingkungan ­kita tetap terjaga,” tutupnya.

Seminar ini juga menghadiri beberapa nar­asumber yaitu Kepala BLH Provinsi Sumsel­ diwakili Sekretaris BLH Provinsi Sumsel­, Ridwan Firdaus, Prof. Dr. Ir. H. M Sai­d, PT. Medco E dan P. Indonesia, Dennie ­Junaedi, PT. Manggala Alam Lestari, Ment­eri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI da­n Dr. Ir. M Faizal. (Teoz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *