Halosumsel.com-

Kgs M Khaikal menjadi yang terbaik dalam tes fisik atlet
Pusat Pembinaan Latihan Pelajar (PPLP) ‎di stadion atlet Jakabaring
Sport City (JSC) yang diselenggarakan Dispora Sumsel. Atlet wushu
kategori sanda ini, berhasil mencapai level 12 balikan 3 dalam tes
blip untuk mengukur endurance (daya tahan).

Bersama  87 atlet PPLP dan calon PPLP Haikan cs diuji mulai dari daya
tahan, kecepatan, kekuatan dan kelenturan.  ‎

Kabid Peningkatakan Iptek dan Olahraga, M Taufik mengatakan, idealnya
tes fisik dilakukan pertiga bulan, namun saat ini baru bisa bergulir
enam bulan sekali. Artinya, sebagai tes semester kedua akan ada
promosi dan degradasi dari hasil tes kali ini.

“Kita harus sedikit kejam. Degradasi dan promosi harus betul-betul
berjalan. Jika atlet tak sesuai dengan standar dan tidak ada
peningkatan tentu akan di evaluasi. Lantaran, tujuan dari PPLP adalah
sebagai wadah pembinaan menyiapkan atlet Sumsel dimasa depan,” ujar
Taufik, Minggu (27/11)

Menurutnya, tes sendiri meliputi daya tahan, kecepatan, kekuatan dan
kelenturan sebagai dasar kemampuan seorang atlet. Selanjutnya ada tes
kecabangan yang dikalukan disetiap masing-masing cabor.

“Kalai PPLP ada 4d atlet dari 7 cabor yah. Tapi saat ini diikuti 87
karena sekaligus pra seleksi atlet calon PPLP,” ucapnya

Sementara itu, Dr Surono ‎Mpd kepala Bidang Pembinaan PPLP Kemenpora
yang turun langsung menguji kemampuan atlet, mengungkapkan saat ini
PPLP menjadi menjadi pondasi pembinaan atlet Indonesia masa depan.
Lantaran, hadirnya 33 PPLP yang tersebar di semua Provinsi dengan
total 1558 atlet, atlet PPLP telah berbuat banyak.

“Berdasarkan data jika kita lihat di PON Jabar 2016, sebanyak 899
atlet PPLP dan eks PPLP yang mewarnai serangkaian cabor. Lebih jauh,
jika dikumpulkan berapa medali yang diperoleh jika PPLP berdiri
sebagai kontingen sendiri akan berada di rangking 4 nasional hanya
dengan 24 cabor yang diikuti. Karena faktanya, di PON atlet PPLP dan
eks PPLP berhasil meraih 132 emas, 87 perak dan 135 perunggu. Itu luar
biasa,” ujar Surono

Karena itu, menurut Surono sebagai kawah candradimuka bagi atlet
pelajar, PPLP harus terus fokus membina dengan cara lebih benar.
Seperti dengan memfokuskan beberapa cabor yang menjadi unggulan di
Provinsi masing-masing.

“Jadi masalah seleksi dan evaluasi, tahun depan dengan makin
transparanya pembinaan. Kita akan membuat tes yang sama baik standar
dan normanya. Sehingga semua se Indonesia akan mendapat hasil yang
sama, dan di rangkingkan percabor. Mengapa perlu tes, karena ini
berkaitan dengan pembinaan prestasi yang alat ukuranya adalah tes dan
pertandingan,” pungkasnya.(agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *