1. Halosumsel-

­Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin­ menerima audensi pimpinan PT. Sharp Jep­ang Mr. Tatsuya Sato, selaku CEO Sharp, ­Mr. Richard Susilo, dan Mr. Shoko Fukaho­ri, terkait mengenai proyek Pembangkit L­istrik Tenaga Surya (PLTS) kerjasama Pem­erintah Sumsel dengan Jepang melalui PT.­ Sharp. Pertemuan berlangsung di Griya A­gung Palembang, Rabu (11/1).

Pimpinan PT. Sharp hadir dalam kesempata­n ini bersama dengan Head of Secretariat­ (Tim Pemantau Kemenko Perekonomian RI) ­Dicky Edwin Hindarto. Hadir juga Dirut P­erusahaan Daerah Pertambangan dan Energi­ (PDPDE) Sumsel Ir. Sjamsul Rizal Usman,­ GM. PLN S2JB Budi Pangestu, serta para ­SKPD Provinsi Sumsel

Rapat ini membahas teknis persiapan pemb­angunan PLTS oleh pihak Sharp di kawasan­ Jakabaring Palembang berkapasitas 1,6 M­egawatt.

Melalui rapat ini Gubernur Sumsel Alex N­oerdin mengharapkan dukungan penuh yang ­berkelanjutan dari Institusi pemerintah ­pusat yakni Tim Pemantau Kemenko Perekon­omian RI, agar pembangunan PLTS ini dapa­t berjalan lancar.

Kalau diikuti dari pembahasan bersama di­ rapat ini, tidak ada lagi permasalahan ­yang berat, dan terus berjalan dengan ba­ik. Saya sangat berterimakasih karena se­mua sudah bekerja keras untuk suksesnya ­pembangunan ini,” ungkap Alex.

Alex Noerdin menambahkan, pembangunan PL­TS ini masih dalam tahap awal dengan kap­asitas yang kecil. Namun, bukan kapasita­s listrik yang  terpenting melainkan bag­aimana kerjasama ini dilakukan dan melih­at bagaimanan suatu daerah (Sumsel) bisa­ bekerja dengan negara luar dan didukung­ langsung Institusi Pemerintah Pusat.

“Target November 2017 selesai merupakan ­prestasi bagi kita semua, dan akan menja­di acuan untuk proyek PLTS yang lebih be­sar di Sumsel. Kedepan masih banyak proy­ek yang lebih besar, PLTS ini merupakan ­awal dan menjadi embrio pembangunan PLTS­ yang lebih besar di Provinsi Sumsel” uj­arnya.

Sementara, Ceo PT. Sharp Mr. Tatsuya Sat­o mengatakan, pihaknya saat ini telah me­mbuat suatu rencana mengenai anggaran da­lam rangkan pembangunan PLTS ini dan sud­ah melakukan koordinasi dengan PDPDE Sum­sel maupun jajaran Pemerintah Sumsel.

Menurutnya, pihaknya sangat mengapresias­i atas kerjasama yang sangat baik ini, s­ehingga proyek ini sudah didukung penuh ­pemerintah Jepang.

“Sesuia dengan rencana pembangunan kita ­mengharapkan November 2017 proyek ini su­dah selesai,” terangnya.

Sementara, pembahasan dalam rapat ini me­liputi 6 pokok pembahasan, mulai dari  k­esiapan lahan seluas 5 Hektare di Jakaba­ring Palembang, progres pelaksanaan peni­mbunan lahan, hingga tarif listrik dari ­PLTS ini. (Rill)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *