Halosumsel.com-
Wakil Walikota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda, Rabu kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Bioskop CGV Cinema yang diduga memiliki konsep tempat tidur layaknya dirumah. Setelah melihat langsung Bioskop yang terletak di Jalan Veteran tersebut, Wawako menemukan satu studio tepatnya studio 6 yang berada paling pojok bioskop dengan kelas VIP mengandung perbuatan asusila.
“Setelah kita melakukan sidak, ternyata memang benar ada satu ruangan yang konsepnya berbeda dengan studio yang lain. Dimana ruangan tersebut memiliki konsep tempat tidur layaknya dirumah,” ungkap Fitri didampingi Ketua MUI, Kasat Pol PP dan jajaran SKPD.
Melihat kondisi tersebut, Finda langsung memanggil penanggungjawab bioskop tersebut dan meminta penjelasan. “Saya minta penjelasan pak kenapa konsepnya seperti ini, kalau seperti ini bukanya mau nonton, tapi bisa digunakan untuk hal yang tidak kita inginkan,” tanyanya kepada penanggungjawab bioskop.
Sebaliknya, penanggung jawab bioskop berdalih konsep ini sengaja dibuat untuk memanjakan para penonton agar bisa santai, apalagi bersama keluarga. Namun pernyataan tersebut langsung dibantah Wawako.
“Apakah bapak bisa meyakinkan yang menonton disini semuanya pasangan suami istri? Bagaimana kalau muda mudi yang menonton? Mau apa mereka disini, kami Pemerintah Kota Palembang meminta dengan tegaas mulai hari ini studio 6 CGV ini ditutup untuk sementara sebelum merubah konsep tempat duduknya. Kalau masih dibuka paksa, kita akan cabut izinnya,” tegasnya.
Penanggung jawab bioskop pun tidak bisa berbuat banyak, dan berjanji akan menuruti perintah Wawako dan akan segera merubah konsep bioskopnya.
Fitri langsung memerintahkan kepada Pol PP untuk membuat line pembatas pada satu studio tersebut, sementara studio yang lainnya tetap diizinkan beroperasi, karena tidak menyalahi aturan.
“Kita segel dulu studio 6 ini, kita minta pol pp hari ini juga buat line pembatas, dan terus kita awasi, kalau mereka masih membandel, apa boleh buat bisa kita cabut izin usahanya, ini sungguh tidak pantas, seolah-olah kita melegalkan hal-hal seperti ini, makanya kami sangat tegas,” tandasnya. (Doni/waluyo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *