Halosumsel-

“Kita akan mendorong dan menjamin terutama bagi anggota K-SPSI di Sumsel. Karena menjadi peserta BPJS pun sudah diatur undang-undang dan diarahkan oleh presiden,” katanya dalam rangkaian HUT K-SPSI ke-44 di Hotel Best Skip, Senin (27/2).
Sudirman mengatakan, saat ini jumlah pekerja yang tergabung kedalam K-SPSI sebanyak 31 ribu pekerja. Puluhan ribu pekerja tersebut tersebar di kabupaten/kota dan didominasi berasal dari perusahaan perkebunan dan perusahaan rokok, tembakau, makanan dan minuman atau RPMN. “Dari semua anggota kita 60 persen berasal dari RPMN diantara dari bidang kuliner, perhotelah dan lainnya,” jelasnya.
Pihaknya meyakini jika semua anggotanya sudah dicover BPJS oleh perusahaan yang mempekerjakannya. Menurutnya, meski setiap anggotanya telah dijamin oleh BPJS, tetapi tidak menutup kemungkinan jika para pekerja lain selain anggota K-SPSI ada yang belum terjamin kesehatan dan keselamatannya.
“100 persen anggota kita sudah dicover BPJS, kita mendorong perusahaannya untuk menjamin tenaga kerja mereka. Maka kita harap yang belum tergabung bisa bergabung dengan kita, ” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya memiliki kewenangan penuh untuk menjamin setiap anggotanya agar tercover BPJS. “Jika bukan anggota kita sebenarnya kita tidak berwenang, tetapi jika ada yang meminta bantuan, pasti kita perjuangkan,” tukasnya.
Meski telah dicover oleh BPJS, namun mengingatkan kembali pentingnya dicover oleh jaminan ini, pihaknya merefresh ingatan anggota dengan menghadirkan pembicara dari kedua jaminan tersebut. Selain itu, pihaknya berharap dalam HUT tersebut, kesejahteraan pekerjanya meningkat.
Sementara itu, Mardiana dari BPJS Kesehatan menjelaskan dalam paparannya, bahwa masih ada badan usaha yang belum mendaftarkan pekerjanya, terlebih terus tumbuhnya badan usaha baru. “Bersama K-SPSI kita mengawal agar setiap orang termasuk pekerja tergabung dalam jaminan BPJS secara menyeluruh,” terangnya.
Pada tahun 2017 ini akan ada tambahan 47 fasilitas tingkat pertama. Dimana sebelumbya sudah ada lebih dari 300 fasilitas primer untuk pelayanan kesehatan anggota BPJS Kesehatan seperti puskesmas, klinik maupun rumah sakit. Termasuk sekitar 32 rumah sakit tersebar di kabupaten kota yang bekerja sama.
“Berdasarkan hasil pertemuan pimpinan di Yogyakarta, nantinya kartu kepesertaan yang sudah dicetak akan dikirim ke alamat peserta, semoga ini bisa segera dilaksanakan,”tutupnya (amelia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *