Halosumsel-
PT KAI (Persero) dalam mempersiapkan mudik lebaran di Tahun 2017 yang jatuh pada tanggal 25-26 Juni, sudah mempersiapkan jauh-jauh hari. Dimulai dari keberangkatan hingga keselamatan penumpang diprioritaskan, khususnya untuk pemudik yang menggunakan jasa transportasi kereta api hendaknya dapat dibeli mulai dari tanggal 17 Maret 2016 lalu hingga sekarang, karena pemesanan tiket menjelang di H-2 masih tercatat 16 persen. Demikian yang diungkapkan Kepala Divre III KAI, Safrudiansyah didampingi Kepala Humas KAI, Aida saat mengelar jumpa pers, Kamis (30/3) siang.
“Penambahan untuk kemudahan itu tujuan kita, PT KAI sudah bisa diakses secara internal maupun eksternal. Kita sudah punya canel-canel dan wibsite yang mudah di akses dalam memberikan informasi dan pemesanan tiket sebelum keberangkatan. Dihari H-2 masih tercatat sebesar 16 persen saja, artinya masih banyak kosong, dihimbau bagi pemudik yang mengunakan jasa kereta, agar dapat segera membelinya jauh hari, jika tidak dikhawatirkan tidak mendapatkan tiket,” terangnya kepada awak media.
Dikatakan Safrudiansyah, bukan hanya tiket yang menjadi perhatian tapi juga keselamatan dan kenyamanan penumpang juga dipikirkan.
“Kita juga sudah siapkan 24 jam pegawai kita, untuk berjaga-jaga di titik rawan longsor. Biasanya satu pegawai yang ditunjuk sebagai Juru Periksa Jalan (JPJ) namun tahun ini akan ditambah menjadi dua orang yang siap bergerak 8 Kilometer mengitari jalan yang dianggap rawan tersebut. Jika hal terburuk terjadi, karyawan kita akan segera menanganinya, baik dari segi kebutuhan, alat-alat perangkat maupun yang lainnya,” tandasnya.
PT KAI (Persero) Divre III Palembang per 1 April 2017 akan melakukan perubahan jadwal perjalanan kereta api. Untuk KA Sindang Marga dan KA Serelo relasi Kertapati-Lubuk Linggau terjadi perubahan waktu perjalanan di beberapa stasiun, seperti Prabumulih, Muara Enim, Lahat dan Tebing Tinggi, sedangkan untuk jadwal keberangkatan di stasiun awal Kertapati dan Lubuk Linggau tidak ada perubahan.
Menjelang lebaran, PT KAI menetapkan masa angkutan selama 22 hari, dimulai tanggal 15 Juni atau H-10 sampai dengan 6 Juli atau H+10 dengan menyediakan 59.444 kursi atau 2.702 tempat duduk perharinya dengan tujuan Kertapati – Tanjung Karang dan Kertapati – Lubuk Linggau untuk semua kelas. Arus mudik diperkirakan mengalami puncaknya pada Kamis (22/6) atau H-3 dan puncak arus balik diperkirakan pada Sabtu (1/7) atau H+6. (agustin selfy)

