Halosumsel-

Sepak terjang Bupati Lahat, Sumatera Selatan, Saifudin Aswari Rivai. Selama dua periode kepemimpinannya, kepala daerah yang dikenal suka membantu orang susah ini, telah sukses membangun aliran listrik hingga tingkat desa.

Di awal memimpin Kabupaten Lahat, Aswari Rivai mengaku daerahnya dikenal agak rawan akibat tidak adanya lampu penerangan dan rumah warga sering gelap. Saat itu wilayah Lahat yang terdapat 367 desa, baru 40% yang teraliri listrik.

“Di awal saya memimpin Kabupaten Lahat, saya tidak mau membangun proyek mercusuar seperti gedung bertingkat, tapi saya lebih mengutamakan kebutuhan dasar masyarakat Lahat yakni adanya aliran listrik yang merata hingga tingkat desa,” ujarnya

Kerja keras dan perjuangan Aswari meningkatkan APBD dan membangun listrik di desa-desa di wilayah Kabupaten Lahat membuahkan hasil.

Di tahun 2016 menurut Aswari, APBD Lahat sudah mencapai Rp 2 triliun dan 99 % wilayah di Lahat sudah teraliri listrik. Padahal saat pertama kali ia menjabat sebagai Bupati, besaran APBD hanya 700 miliar dan mengalami defisit Rp 8 miliar.

Keberhasilan itulah yang mengantar sosok kandidat kuat Gubernur Sumatera Selatan ini menerima penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden, Joko Widodo di Istana Negara, pada tahun lalu

Penghargaan itu diberikan atas prestasinya di bidang sosial kemanusiaan serta program listrik masuk desa. Penilaian prestasi itu dilakukan Kementerian Sosial dengan cara melakukan penilaian langsung di tengah masyarakat.

Dengan program listrik masuk desa, saat ini wilayah Lahat bebas dari gelap di malam hari alias 99% memperoleh pasokan listrik.

Kerja keras Aswari memang patut mendapat penghargaan, di saat wilayah Sumatera listriknya mengalami turun tegangan atau “byar pet”, Lahat mampu mandiri dalam energi listrik.

Ini dilakukan dengan mengoptimalkan batubara bukan hanya komoditas saja, tetapi diolah menjadi energi listrik untuk memenuhi kebutuhan Lahat.
Aswari pun menyakinkan pengusaha batubara dan PLN untuk mengolah batubara menjadi energi listrik.

“Hasilnya tahun 2015, Kabupaten Lahat sudah mampu membangun dua power 165 watt,” terangnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *