Halosumsel-

Isu tentang sumbangan tahunan bagi siswa baru SMA/SMK sekolah menjadi bola panas dan menyeruak ke publik. Kondisi ini diperparah dengan munculnya pria yang mengaku menjual ginjal karena kesulitan untuk membayar uang sumbangan sekolah tersebut.
“Jadi kalau ada kepala sekolah (kepsek) yang ‘nakal’, laporkan!  Besok pagi saya copot,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd saat ditemui disela-sela Pemilihan Guru Berprestasi, di Hotel Swarna Dwipa, Rabu (12/7/2017).
Asalkan, sambung Widodo, laporan tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, menurut Widodo, masyarakat harus berperan aktif menyampaikan langsung kepada Dinas Pendidikan Sumsel, jika ada kesenjangan dan praktik pungli. “Ingat ya, sumbangan itu tidak dipaksa. Jadi jika ada sekolah yang memaksa, maka laporkan,” tegasnya.
Widodo mengimbau bahwa sekolah harus memberlakukan sumbangan dengan sistem angsuran agar wali murid yang perekonomian lemah bisa mengangsur sesuai dengan kondisi keuangannya. (doni/waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *