Halasumsel-

 
Antusiasme warga masyarakat di wilayah Sumbagsel untuk mengetahui sejarah kelam peristiwa pengkhiatan G 30 S/PKI sungguh sangat luar biasa. Sejak dilaksanakan Nobar (Nonton Bareng) pemutaran film G 30 S /PKI oleh satuan jajaran Kodam II/Swj bersama warga masyarakat, pada tanggal 20 September 2017 lalu, hingga saat ini tercatat sebanyak 133.000  lebih orang yang sudah menonton bareng film tersebut.
Jumlah penonton Nobar film drama-dokumenter yang diproduksi pada 1984 atau masa Orde Baru ini, diperkirakan akan terus bertambah, mengingat kegiatan Nobar satuan jajaran Kodam II/Swj dilaksanakan sampai dengan tanggal 30 September 2017, mendatang.
Dalam pantauan, walaupun film ini durasinya panjang (sekitar 4 jam lebih), namun minat dan antusiame warga masyarakat untuk menonton luar biasa. Mereka tidak beranjak dari tempat duduk, sebelum tayangan film berakhir. Seperti kegiatan Nobar di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, pada Sabtu malam (23/9/2017} lalu, sekitar 6.000 warga masyarakat Palembang,dari berbagai kalangan begitu antusias untuk memahami sejarah kelam masa lalu, pengkhiatanan dan kekejaman PKI.
Walaupun kegiatan Nobar yang diperintahkan oleh Pimpinan TNI ini awalnya sempat menimbulkan pro kontra, namun keingin tahuan warga masyarakat untuk menonton justru sangat luar biasa. Masyarakat selalu berbondong-bondong menyempatkan diri dan memenuhi tempat kegiatan Nobar film G 30 S /PKI yang diselenggarakan oleh satuan jajaran Kodam II/Swj. Masyarakat di seluruh pelosok Sumbagsel, khususnya para generasi muda hangat memperbincangkan dan demam nobar film, baik dengan cara nonton langsung ditempat nobar maupun dengan membuka Medsos.
Kapendam II/Swj Letkol Inf Imanulhak, S.Sos menjelaskan bahwa kegiatan Nobar film pengkhiatan G 30 S/PKI yang dilaksanakan diseluruh satuan jajaran Kodam II/Swj  sampai dengan di tingkat Koramil atau kecamatan bahkan ditingkat desa ini dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh anak bangsa dan generasi muda jangan sampai peristiwa yang sama terulang kembali, karena sangat menyakitkan.
 
“Seluruh anak bangsa generasi muda, harus tahu dan paham bahwa bangsa kita pernah punya sejarah yang hitam. Generasi muda harus paham dan waspada terhadap bahaya laten paham komunis, yang sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila ’, ujarnya
 
Bagi bangsa Indonesia,  komunisme adalah tetap sebagai musuh bersama, musuh Pancasila, sehingga kita semua harus selalu waspada terhadap upaya-upaya yang ingin mengembangkan kembali ideologi komunis di bumi Nusantara ini.
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *