Halosumsel-

Palembang Dalam kurun waktu 4 bulan menjelang Pilkada Serentak Sumatera Seiatan, Atmosfer politik di bumi Sriwijaya torus meningkat. Manuver eIit politik dalam tahapan Pemilu Rekom, menjadikan popularitas, likeabilitas dan eiektabiitas kandidat Cagub dan Cawagub saling berkejaran. Terkini, hasil Survei Ipol Indonesia menunjukkan elektabilitas Herman Deru makin tipis selisihnya dan berpotensi dikejar Dodi Reza dan Ishak Meki.

Trend pengenalan popularitas kandidat masih menjadi aktivitas yang dilakukan oleh para calon gubernur, setidaknya hal itu bisa dilihat dari banyaknya baliho bacagub yang terpasang di sejumlah daerah

“Aksi marathon melakukan publikasi besar~besaran ini mengindikasikan bahwa kandidat masih belum mendapatkan tempat di masyarakat. Mereka mungkin visible (terlihat) namun belum available (hadir)” ujar Petrus Hariyanto, CEO IPOL Indonesia, saat Jumpa Pers Rilis Pillkada Serentak di Sumatera Selatan 2018, minggu (29/10) Palembang

Salema rentan waktu 10 -20 Oktober 2017, IPOL Indonesia melakukan Survei / jajak pendapat dan sosialisasi pengenalan kepada warga sumatera Selatan. Survei ini digelar di 17 Kabupatenl Kota di Sumsel, dengan sampel 800 responden, Metode Multistage Random Sampling dan memiliki Toleransi Kesalahan (Margin of Error MoE) Sekitar 3,46% pada Tingkat Kepercayaan 95%

Responden terpilih diwawancarai Iewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh Team Leader dan QC Officer dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check) ata melaiui telepon, dalam quality control tidak diperkenankan ditemukan kesalahan berarti.

Witnesses dilakukan oleh Team Leader untuk mendampingi pewawancara secara random sebesar 10%.

Hasll survei menunjukkan Responden yang mengetahui tentang kandidat masih di dominasi oleh foto di Baliho sebanyak 32,5 % . Pada sesi pertanyaan tentang siapa yang bakal maju di Pilgub Sumsel. Publik masih menyebut nama-nama lama seperti Herman Deru, Ishak Mekki. Nama Dodi Reza dan Aswari juga di sebut oleh publik, karena mengetahui keduanya Iewat baliho yang terpasang

Papuiaritas Kandidat menjadi point panting survei karena IPOL memandu figur. Hasilnya,

Ishak Mekki menduduki popularitas teratas, disuse Herman Deru, Dodi Alex Reza, Syahrial Osman, Aswan dan Girl Ramanda

Sementara itu, tingkat kesukaan publik terhadap kandidat di dominasi oleh Herman Dem. disusul Aswan, Syarial Oesman, Dodi Reza, Edi Santana, Ishak Mekki. Gin Ramanda, Susno Duadji, Mawardi Yahya, Mularis Djahri. dan Antasan‘ Azhar.

Jika dilihat dari hasil survei. popularitas lshak Mekki cukup tinggi namun tingkat keterpitihan jauh di bawah kandidat Iain. Potensi kemunculan kandidat baru juga sangat tinggi, nama Aswari dan Dodi Reza menjadi sosok yang disukai publik, namun elektabilitasnya masih rendah.

Jika Pilgub di gelar harl Inl. arapa yang menang? Penanyaan ln1 d1 jawab publik dongun memmh Harman Deru sebanyak 15%.drsusulDod1Raza 13.37 %. lahak Mekkl 11.09%, Aswan R1va17.65%. Syahnal Oesman 4,45 96 dan Gm Ramanda 3.23%

Potensi publik yang balum menanrukan pulman masm aangat tinggl 14,13 %. tidak mammh (gamut) 7.33%. Sedangkan yang masnh morahaslakan prlrhan sebesar 2.31%

Survei juga d1 gelar untuk memmh potensi kandidat wagub, Sejumlah nama sepenl Harman Deru. lshak Mekki, Aswan. dan Gm Ramanda monjadl nama taratas jika pilgub manentukan keompat kandidat ini untuk salmg borpasangan

“Ada potensi untuk kandidat salmg barpasangan, misalnya Harman Deru Aswan”, Dodi Reza Giri Ramanda, atau lshak Mekki Aswari hingga Dodi Reza Herman Deru” ujar

Publik inginkan Sosok Merakyat, Program bagus dan Bebas Korupsi

Petrus menambahkan, potensi kedekatan kandidat dengan rakyat masih menjadi faktor utama dari masyarakat dalam menontukan pilihan. Disusul oleh faktor Program yang bagus, kinerja yang baik, jujur. cordas dan bersih dari KKN.

Survei IPOL. lanjut Petrus, juga memotret sejumlah pennasalahan yang terjadi di Sumatara SaIatan. Mahalnya kebutuhan pokok menjadi masalah taratas, sulitnya Iapangan kerja, kesejahteraan petani. dan lambannya program perbaikan infrastruktur.

‘Jika kandidat ingin mengambil perhatian pemilih, faktor peningkatan kesejahteraan petani bisa menjadi penimbangan serius sebab jumlah pemilih dari kalangan petani menduduki jumlah DPT teratas” ujamya

Praktik PoIitik Uang

Praktik money politik dalam pilgub sumsel terekam dalam survei. 7,36 % responden akan manentukan pilihan biia ada kandidat yang membagikan uang. Rasionalitas responden saat nan H sangat tinggi, artinya sabanyak 71,68 % rasponden akan menerima pemberian kandidat, namun memilih sesuai hati nurani. Sedangkan, 20.96% meno1ak Politik uang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *