Halosumsel-
Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP menggunakan 3 Helly meninjau langsung panen padi seluas 500 hektar di Desa Upang Marga Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin Senin (29/1).Didampingi Dirut Bulog, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI. Zulkifli Hasan, Kepala Staf Presiden . Jend TNI (Purn) DR. Moeldoko, S. IP, Kabareskrim Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, SH. MH, Wakasad Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Aster Kasad Letjen TNI Supartodi, Anggota Komisi IV DPR RI,Anggota Komisi II DPD RI. Kasatgas Pangan (Kadiv Humas Polri ) Irjen Pol Setyo Wasisto, Ketua KPPU (komisi pengawas persaingan usaha) Dr. Syarkowi Rauf, SE. ME, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs. Zulkarnain Adinegara, Pangdam II Sriwajaya Letjen TNI Anto Mukti Putranto, S. Sos, Bupati Banyuasin Ir. Suman Asra Supriono, Kapolres Banyuasin Bpk. AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S. Ik. Kadis Pertanian Banyuasin Babul Ibrahim.
Amran Sulaiman dihadapan para petani mengatakan, saat ini Kabupaten Banyuasin sedang panen raya padi, terutama sawah pasang surut yang jumlahnya sangat besar.
“Hari ini kita panen padi di Desa Upang Marga seluas 500 Hektar dengan potensi hasil 6-7 ton per Hektarnya, dengan panen raya di Banyuasin ini, besar harapan tidak akan impor beras.” Ujar Mentan
Rombongan menteri menyempatkan keliling dipersawahan sekitar 2 jam, dan rombongan kemudian bertolak ke Pelembang.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian Banyuasin Ir Babul Ibrahim menambahkan, Menteri Pertanian melakukan kunjungan kerja meninjau langsung panen padi di Desa Upang Marga. “Agendanya setelah dari Upang Marga menteri meninjau dari helly dan tidak ada acara resmi. Begitu Mentan turun langsung disambut petani yang sedang dipematang sawah.” Katanya
Menurut Babul Ibrahim, saat ini Panen padi di Kabupaten Banyuasin baru 25 Ribu Hektar. Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin melakukan pengawalan dengan cara berkoordinasi bersama Bulog agar menyerap gabah petani Banyuasin yang sedang panen perdana 2018.
Terpisah Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Banyuasin Erawan SP mengatakan, Akhir Januari ini Banyuasin terus panen padi seluas 25 ribu Hektar.
“Harga padi kering sawah saat ini masih sangat tinggi yakni antara Rp 5000 / Kg sampai Rp 5500/ Kg dan Dinas pertanian ikut mengucapkan selamat kepada para petani yang saat ini panen di beberapa wilayah,” Ujar Erawan.
Erawan menambahkan, pada Januari minggu ke empat ditargetkan panen padi sudah mencapai 25.000 hektar. Target ini tercapai, seiring panen yang merata di wilayah perairan.
Diprediksi panen dari bulan Januari-Maret diperkirakan akan panen raya seluas 120 hektar hingga130 ribu hektar.
Tugas selanjutnya adalah
Kerjaan bulog untuk menjaga stabilitas harga beras atau gabah.
Adapun panen raya yang sedang berlangsung saat ini diseluruh pasang surut yakni 14 Kecamatan daerah pasang surut, Kecuali daerah daratan yang memiliki potensi sawah Lebak seperti Kecamatan Rambutan, Rantau Bayur Banyuasin I dan Banyuasin III serta Kecamatan Air Kumbang.
Untuk menaggulangi turunnya harga gabah ditingkat petani, tim antisipasi Serap Gabah (Sergap) gabungan TNI, Kementerian dan Bulog sedang di bentuk.
“Fungsi Sergap dibentuk untuk mengantisipasi turunnya harga gabah tingkat petani di Banyuasin yang saat ini sedang panen raya, fungsi sergap hanya pada saat panen raya setelah itu selesai,” Kata Erawan.(Topik)

