Palembang, Halosumsel.co.id-
Tim Malaysia berharap untuk membuat kenangan manis di Kota Palembang, kenangan ini tidak akan bisa dilupakan jika Sepak Takraw Malaysia bisa meraih emas dengan mengalahkan Indonesia, hal ini diungkapkan Chief Demission Malaysia Dato’ Seri Abdul Azim Mohd Zabidi saat melakukan konferensi Pers Senin (27/8) bertempat di MPC Palembang
Dikatakan pria yang akrab disapa Datuk ini,” Malaysia dan Indonesia seperti Abang dan Adik dua negara yang memiliki banyak persamaan,sayang berharap Indonesia dapat berbagi sedikit untuk medali Emas, apalagi ini buat Malaysia emas pertama dari Palembang, suatu kenangan manis dan indah jika kita dapat meraih emas di Cabor Sepak Takraw,” ungkap Datuk Seri
Tim Malaysia mengakui agak sedikit kecewa dengan di keluarkan nya dua pemain mereka yakni Sutan Arsya dan Gong Xiong,” kita sudah dapat laporan dari Dokter kalo mereka tidak bisa bermain karena cedera,” ungkap Dia
Sepak takraw, Sepaktakraw diselesaikan dg keputusan diambil pihak OCA. Malaysia sudah beraksi dan masuk final. Ini sudah tidak menjadi isu. Protes hanya dua negara, saya dengar ada 7 negara. Tidak kecewa, cuma itu hak masing2, utk yang lain.
Kita sudah dapat laporan dr dokter, saat ini dia tidak akan bertanding dan akan dikeluarkan . Ini merupakan kekecewaan bagi kita. Sebelum mulai Sutan Arsya, gong Xiong dikeluarkan juga sebelumnya.
Final untuk sepak takraw , akan melibatkan dua negara, walau Indonesia menurunkan pendukung tapi satu perlawanan diantara adik beradik. Tidak sepatutnya ada peristiwa yang berlaku, dimainkan di dalam suasana yang aman. Tidak ada kericuhan . Memang tegang suasana, ini Krn adik beradik. Kalo tidak adik beradik, tidak tegang. Di Malaysia sama juga, agresif. Saya harap semua terkawal. Kita bicara dg sepak takraw Indonesia dan Astaf. Keduanya sudah memberikan jaminan, tidak ada masalah yang terjadi besok hari.” Imbuh Datuk
Datuk mengakui bahwa sampai saat ini peluang Emas bagi Malaysia masih terbuka di semua Cabor,”
Target belum tercapai. Peluang masih ada, pintu belum tertutup. Seperti takraw, insyaallah kalau Indonesia baik hati, karena banyak gold, bagilah sedikit dengan Malaysia. Kita target klasemen, kita tidak ikut dari peringkat 7 emas, skrg 2 emas. Sprint event kita memecahkan record Asian, sekarang final lawan dengan China.
(Sofuan)

