Muara Enim,HS-
Di duga lebih kurang 19 miliar lebih dana yang dikeluarkan oleh PT Bukit Asam Tbk Tanjung Enim dalam membangun sarana Perumahan dan jalan untuk sebagian masyarakat Karang Tinah kelurahan Pasar Tanjung Enim yang direlokasi ke bara Lestari 1 Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Muara Enim, diduga tidak selesai.
Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan Senin (18/2/19) dikatakan beberapa masyarakat yang ada di lokasi Bara Lestari 1 Desa Keban Agung, menyebut bahwa pekerjaan pembangunan sarana Perumahan dan jalan ini dibangun oleh perusahaan pemenang lelang di PT BA Tbk selaku pelaksana dan mulai dikerjakan sejak tahun 2018 lalu namun setelah berjalan beberapa bulan perusahaan ini meninggalkan pekerjaan.
Akibatnya proses pembangunan rumah yang hampir selesai sekitar 10 unit dan sarana jalan yang seharusnya dibangun ditinggal begitu saja banyak diantaranya pula yang sudah rusak.
Pembangunan rumah ini untuk masyarakat yang masih ada di wilayah karangtinah yang saat ini belum pindah dan sekarang sudah dibuatkan tempat atau sarana baru di Bara Lestari I ini. Akan tetapi melihat pembangunan dan letak tanah nya yang belum stabil. sehingga beberapa rumah yang sudah dibangunini mengalami longsor dan ambruk hongga hancur ungkap Sukardi salah satu ketua RT setempat (18/2/19).
Dapat kita bayangkan Bagaimana jika rumah-rumah ini sudah diisi oleh masyarakat, bukan tidak mungkin penghuninya akan tewas akibat longsoran tanah yang menurut kami belum stabil dan sudah dilakukan pemasangan pondasi dan bangunan rumah.
Kita selama ini meyakini bahwa di PT Bukit Asam banyak orang pintar termasuk konsultan dan pelaksanaan pekerjaan yang mereka akak bersinergi, namun Kenapa di beberapa layaknya seperti pembangunan GOR di barak BTN dahulu dan saat ini pembangunan yang ada di Bara Lestari I, hanya terkesan asal jadi.
Ditegaskan pula oleh Karyadi Bahwa saat ini kita Masyarakat hanya terkedan bisa diakal akali oleh para oknum yang ingin mencari kesempatan sehingga masyarakat seperti kita dengan gampang begitu saja percaya. Ungkapnya
Dikonfirmasi Bagian Humas PT Bukit Asam Tbk Tanjung Enim terkait persoalan ini, belum memberikan jawaban namun akan menanyakan ke perencanaan sipil jawab M. Saman. (jazzi)

