Muara Enim,HS-

Dzaka Kusuma Anugrah (9) penyandang Disabilitas buah hati dari pasangan Tomy Suhendra dan Lis Andayani warga Dusun Tanjung Enim kelurahan Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim. Mendapat bantuan kaki buatan untuk menunjang aktivitas yang sehari-hari.

Siswa kelas III Sekolah Dasar  luar biasa Desa Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul ini, mengalami cacat kaki sejak lahir dalam masa pertumbuhannya menginjak usia 7 tahun Dzaka belum dapat berjalan secara normal. karena harus di bantu oleh ibunya yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga sementara sang ayah bekerja sebagai buruh lepas.

Hidup dari keluarga pas-pasan Dzaka tetap mempunyai semangat meski jalan nya pun selalu tertatih tatih tetap ingin bermain layaknya anak-anak seusia dirinya dan dengan usahanya sendiri alhasil dirinya  bisa berjalan walau tak seperti layaknya berjalan.

Saya sangat berterima kasih sekali kepada Baznas kabupaten Muara Enim melalui forum Perduli Perempuan dan  Anak Kecamatan Lawang Kidul yang sudah memberikan bantuan sepasang kaki penyangga kepada anak saya,  Sehingga walaupun secara pelan anak kami dapat berjalan. ungkap Lis Andayani Ibu nya Dzaka. (22/2/19)

Sebagai orang tua dan anak tertua Saya sangat berharap agar Dzaka dapat berjalan layaknya seperti biasa, sehingga saat usia menginjak 10 –11 tahun, dia bisa pergi berangkat ke sekolah sendiri karena kami yakin Ia adalah anak yang mandiri sekalipun dengan segala kekurangannya.

Forum peduli Perempuan dan Anak Kecamatan Lawang Kidul Rita Ratnawati Noengtjik  membenarkan bahwa Dzaka mendapat bantuan kaki buatan ini untuk membantunya agar dapat  berjalan seperti biasa.

Upaya ini kita lakukan sebagai wujud kepedulian bersama kemitraan kita yaitu badan amil zakat nasional Kabupaten Muara Enim untuk menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan  khususnya yang menyandang disabilitas
Di akui Rita bahwa peran Baznas selama ini sudah memberikan berbagai solusi yang cepat dan tepat Hal ini terbukti pada saat memberikan bantuan sepasang kaki penyangga atau kaki buatan kepada Dzaka.

Selanjutnya pulang saya menyampaikan hormat dan santun kepada dr Dolly yang juga dengan senang hati menerima dan melayani kami sebaik-baiknya dalam melakukan penyesuaian pemasangan kaki penyangga terhadap Dzaka. dengan tidak mau menerima imbalan. ungkap Rita.  Yang juga berharap agar sebagian dokter yang ada di Kabupaten Muara Enim ini mempunyai sifat seperti beliau.(jazzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *