Tanjung Enim,HS-
Jika ada masyarakat yang lalu-lalang di jalan lingkar Komplek Bukit Asam tepatnya di jalan satu arah menuju Masjid Jami Bukit Asam dan Zoo and jogging track Talang Jawa Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim bisa dikatakan cukup hebat.
Jangan kan satu jam nonggkrong di sini, lewat saja kita kadang harus tutup mulut hidung agar tidak terhantam debu tambang yang hanya beberapa meter dari jalan umum ini ungkap Dadang salah satu Pekerja Ojeg jurusan SMPN I Lawang Kidul sore ini (22/8/18)
Mungkin di lokasi Jalan Tambang ini termasuk jarang dilalui kendaraan sehingga jarang disiram akan tetapi debu tetap saja berterbangan terbawa angin dan menuju ke Jalan disampingnya dimana banyak dilalui oleh masyarakat yang rata rata fari dan menuju Talang Jawa urainya
Diakui Dadang pula Jika jalan umum seperti seputaran Pasar Bawah menuju arah Talang Jawa dan tambang air Laya kerap dilakukan penyiraman namun penyiraman tersebut tak hanya meliputi di Jalan Raya saja karena sumber debu ada di lokasi tambang yang harus lebih sering dilakukan penyiraman ungkapnya.
Menyimak dari pernyataan kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Muara Enim, melalui sekretarisnya Drs Asmawi bahwa di bulan Juli kondisi indeks standar pencemaran udara atau ISPU bahwa Kota Tanjung Enim dinyatakan memiliki udara yang tidak sehat sehingga pihaknya akan melakukan dan menyampaikan surat bupati Muara Enim ke perusahaan perusahaan akan melakukan penyiraman baik di luar maupun di lokasi tambang. sebagai upaya penekanan dampak debu terang nya. (74JY)

