Tanjung Enim,HS-
Tak biasanya jika Kota Tanjung Enim kecamatan Lawang Kidul kabupaten Muara Enum, terlihat diselimuti asap yang diduga bersumber dari Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
Pantauan media ini sejak pagi sekitar pukul tadi 06.00 Wib kumpalan asap masih terlihat di jalan dari pasar Bawah menuju Takang Jawa.
Dan sejah tadi malam beberapa madyars pun sempat mengeluh, karena tak hanya asal yang cukup memerihkan mata namun debu batu bara yang Masih terus menyelimuti kota Tanjung Enim kian menebar teror.
Ampun nian pak, sejak semalam kita terkena dampak asap yang cukup membuat mata terasa pedih, selain itu pula debu barubara di kota kita ini masih terus menebar teror jelas Tajudin (54) warga Saringan Utara sesaat berada di Lokasi Zoo and Jogging Track Atas Dapur Pasar Tanjung Enim.
Udara di daerah kita sudah tidak sehat ditambah munculnya asap dari pembakaran atau kebakaran, makin menjadi beban masyarakat karena sangat rentan Terhadap penyakit imbuhnya.
Sementara Mustopa (40) warga jalan lingkar Tegal Rejo Mandala juga merasakan hal yang sama
Menurut Mustopa banyak nya Volume asap yang ada di Sumsel ternyata sampai juga di Tanjung Enim.
“Asap dari kebakaran lahan kosong Kebun dan sebagian pemukiman memang kerap terjadi di Wilayah Desa Tegal Rejo karena lokasi penambangan PT Bukit Asam Tbk wilayah Banko Barat Tanjung Enim, hanya beberapa ratus meter dari pemukiman warga utamanya desa Tegal Rejo. Selain itu pula debu areng batubara yang sangat berbahaya apalagi letak stock file nya dekat dengan pemukiman.
Saat ini masyarakat hanya bisa ngeluh dan seakan sabar dengan derita debu batubara serta asap.. Karena bertetiakpun seolah tak terdengar, sambil berharap hujan segera turun ungkapnya.
Terpisah Faizal Anwar,SE mantan wakil ketua DPRD Muara Enim ini justru melihat bahwa adanya PT BA perusahaan Energi Kelas Wahid ( dunia) di kabupaten Muara Enim hanya untuk mengatasi dampak debu batubara yang mengancam kesehatan masyarakat terkesan tak perduli pungkasnya (Jazzi)

