H Juarsah Minta Segera Tertibkan Pedagang Pasar Tanjung Enim.

Kadisperingad Tak Nongol

Tanjung Enim,HS

Banyaknya pedagang musiman yang berjualan dilokasi bukan peruntukannya dan kemudian berkuasa untuk menguasai lokasi tersebut membuat kumuhnya Pasar Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul menjadi sorotan utama dalam kunjungan Plt bupati Muara Enim H Juarsah,SH dalam rangkaian bunga desa bupati Ngantor di desa dimana pagi ini berkantor di Kantor Kelurahan Pasar Tanjung Enim (6/12/19)

Persoalan tersebut muncul karena datang pertanyaan dari salah satu ketua RW 7 Kelurahan Pasar Tanjung Enim yang mempersoalkan maraknya pedagang yang terkesan keras kepala sehingga sulit diatur yang pada akhirnya menjadikan sarana prasarana seperti taman kota, Pagar dan beberapa sarana laon menjadi rusak berantakan karena dihuni dan dibuat Pondok serta lapak untuk berjualan oleh pedagang yang diduga liar tersebut.

Ironisnya saat dilakukan teguran kepada para pedagang ini, mereka seolah tak mau tau dan terkesan kontradiktif cendrung melawan bahkan ada diantaranya yang terkesan frontal. (Nak ngapak saat ditegur)

Menyikapi persoalan tersebut Bupati Muara Enim H Juarsah langsung merespon dan memerintahkan kepada Kepala Disperindag untuk melakukan pendataan terkait persoalan tersebut karena menurutnya masalah Pasar Tanjung Enim Sudah beberapa kali dilakukan rapat terbatas di tingkat kabupaten.

Coba mana kepala Disperindag tanya Bupati beberapa kali namun sayangnya kepala Disperindag dan perwakilannya pun tidak ada atau ikut dalam rombongan program bunga desa pagi ini.
Untuk kepala Disperindag 1 poin catatan saya ujar Bupati.

Kepala Dinas Pol PP Kabupaten Muara Enim AM Musadeq SIP.MM menyampaikan tanggapan yang di depan para peserta rapat tersebut, bahwa persoalan Pasar Tanjung Enim dalam upaya melakukan penindakan pada dasarnya kita sudah siap dan sebanyak 432 personel sudah siap melakukan gerakan namun sebelumnya kita harus berkoordinasi layaknya kita melakukan penertiban di Pasar Muara Enim.

Ditambahkan Musadeq bahwa dalam melakukan penertiban kita memberikan sosialisasi dan himbauan selama 10 hari kepada pedagang namun sebelumnya kita sudah memberikan dan menyediakan lokasi sebagai alternatif mereka berjualan dan setelahnya baru kita melakukan upaya penindakan.

Jadi jika saatnya kami turun. kami minta dukungan.masyarakat Kota Tanjung Enim Tegas Musadeq.

Sementara Camat Lawang Kidul Rahmat Noviar menyebut bahwa pihaknya bersama PT Bukut Asam Tanjung Enim sudah melakukan pendataan terkait relokasi para pedagang buah yang ada di tempat-tempat Terlarang dan pada dasarnya PT Bukit Asam selalu siap membantu dan mencarikan solusi terkait persoalan relokasi para pedagang tersebut ungkapnya.

Kegiatan Bunga Desa Bupati muaraenim diikuti hampir seluruh kopi di dalam Kabupaten Muara Enim namun dalam kegiatan tersebut yang tidak tampak hanya dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan dari PT Bukit Asam Tanjung Enim yang katanya nya ingin menciptakan Tanjung Enim sebagai kota destinasi wisata. (jazzi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *