BANYUASIN , Halosumsel.co.id- Rapat Mitra Komisi IV DPRD Banyuasin dengan Dinas Kesehatan Pemkab Banyuasin merupakan dari tindak lanjut temuan dari hasil pelayanan kesehatan yang dianggap tak opimal terdapat di Rumah Sakit Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan berakibat terjadi ketegangan dengan salah seorang anggota komisi 4. Ketua Komisi IV minta Dokter dan fasilitas kesehatan termasuk kinerja Kadinkes dievaluasi.
Herawati, Ketua Komisi IV DPRD mengatakan ada beberapa masalah tentang pelayanan kesehatan di rumah sakit Makarti Jaya, diantaranya kurang dokter yang siaga dan peralatan kesehatan seperti alat ronsen yang kurang mendukung.
Kadis diminta kedepan bertanggungjawab, karena dokter sering tidak ada ditempat, kebanyakan yang ada malah THL, ini bukan hanya di Karang Anyar saja, tetapi juga Makarti Jaya dan Pukesmas-Pukesmas lainnya, tegasnya.
Selain itu, Herawati juga mengatakan Rumah Sakit Makarti Jaya sudah seharusnya ditingkatkan tipenya, sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal dan masyarakat di daerah sekitar percaya rumah sakit tersebut memadai untuk berobat.
“Semoga bisa ditingkatkan tipenya menjadi Tipe D, ini daerah perairan jadi selain daerah di Makarti Jaya, warga yang berada di Air Salek dan Sungsang juga bisa berobat kesana,”ujarnya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuasin Sumanto yang juga hadir dalam rapat tersebut menambahkan Kondisi yang terjadi dilapangan saat ini, Rumah Sakit Makarti Jaya ternyata cukup berdekatan dengan Puskesmas setempat.
Permalsahan yang sangat mencolok yaitu Pelayanan Puskesmas yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah sakit ternyata lebih lengkap. Hal ini terlihat dengan jumlah pasien Puskesmas lebih banyak daripada rumah sakit.
“Disitu ada kendala pelayanan, dimana puskes lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit, seharusnya rumah sakit lebih tinggi pelayanan. Mohon dievaluasi hal ini atau digabung saja antara Rumah Sakit dan Puskesmas,”ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dr Masagus Muhammad Hakim mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti Permasalahan tersebut dan melakukan evaluasi.
Menurutnya, Permasalahan di Rumah Sakit Makarti Jaya itu sangatlah spesifik, kendala besarnya memang lagi – lagi tentang SDM. Di Rumah Sakit tersebut juga sudah ditempatkan dua orang dokter, namun belum ada peningkatan sampai sekarang.
“Kita akan Evaluasi kinerja mereka nanti dan mencari terobosan – terobosan, misal dengan melakukan kontrak kerja dengan SDM yang bisa meningkatkan rumah sakit tersebut. Kita juga sudah mengirim surat ke Inspektorat terkait pelayanan disana,”ujarnya.
Ditambahkan Hakim, untuk meningkatkan Level Rumah Sakit Makarti Jaya tidak bisa dilakukan dengan mudah, karena harus memenuhi kriteria – kriterianya. Saat ini Rumah Sakit Makarti Jaya hanya mempunyai dokter spesialis bedah, itupun merangkap sebagai direktur dan masuk hanya 2 kali dalam seminggu.
“Meningkatkan menjadi Tipe D ada persyaratan khusus, kita lebih gampang menaikkan Rumah Sakit Suka Jadi menjadi Tipe D, karena ada dokter kebidanan dan bedah. Harapan kedepan, Semoga yang bertugas di Makarti jaya punya jiwa untuk membangun,”tandasnya. (mar/wal)

