Jakarta, Halosumsel –
Mentalitas sebagai putra perantau sukses, terlihat dalam gerak dan gaya bicaranya. Tegas, lugas tapi sangat gampang tersentuh. Terlebih jika melihat saudara-saudaranya dalam kesusahan atau sedang tertimpa musibah. Sigap dan cepat dia mengulurkan tangan. Melalui salah datu divisi perusahaan yang dia dirikan, urusan bantu-membantu dikelolanya secara professional. “Berbisnis yes, tapi sikap peduli sesama itu pasti, tidak boleh terlupakan,” katanya.
Pria berdarah campuran Lahat dan Rasuan (OKU Timur) ini, dipanggil akrab Tonny Tatung. Memang, jika harus jujur, siapa yang tak kenal Tonny Tatung. Mulai dari tokoh hingga pejabat nasional, mengenali pria yang bernama lengkap Apri Reza Fachtony ini.
Anak ke lima dari Sembilan bersaudara ini sejak kecil hidup dalam lingkungan keluarga bahagia dan berkecukupan. Ayahnya Syamsul Bahri Oemar atau yang akrab disapa Tatung dikenal sebagai tentara yang disegani dan politisi yang dihormati di eranya. Sementara ibundanya, Hj Delima, merupakan putri Residen Abdul Rozak, yang memerintah di Sumatera Selatan di di era pemerintahan colonial Belanda.
Saat dijumpai di kediamannya yang asri di bilangan Adityawarman Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, Tonny mengaku awalnya dia belajar bisnis kecil-kecilan dari sang ayah. Dia sudah menjadi kontraktor, ketika hampir menyelesaikan kuliahnya. Mengerjakan proyek jalan, jembatan hingga irigasi dia lakoni sejak sekitar tahun 1990 an. “Saat itu saya hampir selesai kuliah di Universitas Jayabaya, Jakarta. Saya memilih dunia kontraktor setelah sebelumnya sempat ingin kerja kantoran di Bank Pembangunan Daerah,” kenang Tonny
Hampir dua puluh tahun menekuni bidang kontraktor. Keluar masuk hutan, dan pernah ditipu orang adalah pengalaman yang mematangkan Tonny. Hingga akhirnya dia memutuskan alih usaha dan ‘hijrah’ ke bisnis lainnya, yakni bantubara.
Lewat bendera PT Bumi Merapi Energi, suami dari Novita Ilyas ini menancapkan tonggak sejarah perjalanan hidupnya dan dia berhasil. Bisnis Tonny kini kian moncer. Karyawannya berjumlah ratusan, Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu dan bekerja professional dan mengelola divisi demi divisi.
Diakui Tonny untuk bisa sukses seperti sekaran, bukan sesuatu yang mudah baginya. Berjibaku tak kenal lelah dan panjang putus asa apalagi menyerah. “Saya dulu belum punya modal. Jadi waktu dapat pekerjaan pertama, saya pinjem deposito mami, tanpa setahu papi saya. Lantas ketika proyek usai dan saya dibayar, uang mami saya kembalikan. Baru setelah itu saya cerita ke papi,” kenang Tonny sambal tertawa.
Banyak hal positif yang bisa dijadikan pelajaran dari pengalaman jebolan Universitas Jayabaya jurusan Akuntansi seperti Tonny. Pria yang mengidolakan Presiden Soekarno ini sangat peduli terhadap sesama. Dibalik sikapnya yang tegas tersimpan kelembutan hati dan sikap iba untuk membantu orang lain.
Kimi, Tonny kini sudah memiliki segalanya dan dikenal luas dikalangan pejabat dan tokoh nasional. Lalu apa yang menjadi rahasianya. Menjaga komitmen dan tepat janji. Kedua hal ini sangat penting bagi Tonny. “Dua hal ini menjadi dasar berbisnis. yang penting menjaga komitmen dan janji harus ditepati. Orang akan segan dan senang dengan kita, asalkan kita menjaga komitmen, tidak berbohong, apa adanya dan tidak berlebihan,” tegasnya.
Di sisi lain, dalam keluarga, Tonny dan saudaranya yang lain menjaga kekompakan. Bila satu terluka, yang lain ikut merasakannya. Pertuah dari sang Mami, agar selalu jaga kekompakan dan saling bantu, selalu terngiang dibenaknya. (ida syahrul)
Biodata :
Nama : H. Apri Reza Fachtony
Nama Kecil : Tonny Tatung
Tpt/Tgl Lahir : Palembang, 23 April 1959
Pendidikan : S1 Universitas Jayabaya Jurusan Akuntansi
Nama Istri : Hj Novita Ilyas
Hobby : Traveling
Alamat : Jalan Adityawarman Jakarta Selatan


